SURYA.CO.ID, KOTA BATU - Artefak peninggalan Hindu kuno kembali ditemukan di Kota Batu, Jawa Timur (Jatim). Sebuah yoni ditemukan di lahan milik Majelis Maulid Wat Taklim Riyadlul Jannah RT 17 RW 04, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Jumat (8/5/2026).
Temuan itu langsung menarik perhatian warga, karena sebelumnya benda tersebut hanya dianggap sebagai lumpang batu biasa yang tertimbun di area persawahan lama.
Ketua RW 04 Desa Pendem, Muhammad Solikin mengatakan, lokasi penemuan dulunya merupakan area persawahan milik warga yang kemudian dibeli pihak majelis.
“Jadi sebelumnya lahan ini dulunya sawah warga, lalu dibeli pihak majelis. Sekarang dikeringkan dan diratakan untuk lapangan kegiatan pengajian atau acara majelis,” kata Solikin.
Menurutnya, warga sempat tidak menyadari bahwa benda tersebut merupakan artefak bersejarah. Informasi baru berkembang, setelah ada warga yang melihat bentuk benda itu lebih detail melalui foto dan lokasi penemuan.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pemerintah desa untuk diteruskan kepada pihak terkait.
Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, membenarkan adanya penemuan tersebut dan segera melaporkannya kepada Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu.
“Benar, ada temuan Yoni di lahan milik Riyadlul Jannah. Sekarang sudah diidentifikasi oleh dinas agar lebih jelas asal usulnya,” ujar Efendi.
Pamong Budaya Disparta Kota Batu, Naning Wulandari, menjelaskan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
“Dari hasil pengecekan langsung ke lokasi, objek tersebut merupakan yoni berbentuk bujur sangkar ukuran sekitar 50x50 sentimeter dan terdapat cerat,” jelas Naning.
Selain yoni, petugas juga menemukan batu umpak berbentuk bujur sangkar berukuran sekitar 26 sentimeter dengan tinggi 20 sentimeter.
Pada bagian badan yoni juga terlihat ornamen hiasan yang masih cukup jelas.
Dalam tradisi Hindu, yoni merupakan simbol kesuburan dan menjadi representasi Dewi Parwati yang biasanya berpasangan dengan lingga sebagai lambang Dewa Siwa.
Fakta Penting Penemuan Yoni di Kota Batu:
Naning menyebut, seharusnya yoni memiliki pasangan berupa lingga. Namun hingga kini benda tersebut belum ditemukan di lokasi.
“Harusnya ada pasangan lingga, tetapi di lokasi ini belum ditemukan. Bisa jadi masih terkubur atau ada kemungkinan lain, misal berpindah tempat karena tidak seberat yoni. Saat ini masih dalam tahap identifikasi,” terangnya.
Ia menambahkan, penemuan artefak seperti yoni cukup sering terjadi di wilayah Kota Batu, karena daerah tersebut sejak lama dikenal subur dan erat kaitannya dengan peradaban agraris masa lampau.
“Temuan seperti ini cukup banyak di Kota Batu, karena daerah ini sejak dulu dikenal subur, sehingga erat kaitannya dengan simbol-simbol kesuburan masyarakat pertanian,” tambahnya.
Desa Pendem memang dikenal sebagai wilayah yang menyimpan banyak peninggalan sejarah masa Hindu Buddha.
Sebelumnya, kawasan tersebut juga pernah ditemukan struktur bangunan kuno berupa batu bata merah berukuran besar yang diduga bagian dari candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.
Selain itu, sejumlah benda arkeologis lain seperti arca Sekte Siwa, lesung batu, lingga yoni hingga koin Belanda juga pernah ditemukan di wilayah tersebut.
Saat ini, Disparta Kota Batu berencana melaporkan temuan terbaru itu ke Balai Pelestarian Kebudayaan, untuk proses identifikasi lanjutan dan pendataan resmi sebagai benda cagar budaya.