Pendekatan Jemput Bola Wali Kota Jambi untuk Akselerasi Pembangunan Dapat Apresiasi Pemerintah Pusat
asto s May 08, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pendekatan jemput bola yang diterapkan Pemerintah Kota Jambi dalam mengakselerasi pembangunan mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Keberhasilan tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat sinkronisasi pembangunan pusat dan daerah.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto terhadap kepemimpinan Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dalam mengawal pelaksanaan program strategis nasional secara ketat dan terukur.

Menurut Bima Arya, capaian Kota Jambi menjadi contoh praktik baik sinkronisasi agenda pembangunan daerah dengan kebijakan nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam forum Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Bima menegaskan, keberhasilan pelaksanaan program strategis nasional di daerah dapat menjadi pengungkit utama percepatan pembangunan. Ia menilai Pemerintah Kota Jambi mampu mengawal berbagai program prioritas nasional sehingga berdampak langsung terhadap pembiayaan dan aktivitas ekonomi daerah.

“Ada kepala daerah yang semangat bekerja, ada juga yang lebih memilih mengeluh daripada berpeluh,” ujar Bima.

Ia menambahkan, Kota Jambi dinilai mampu menjaga laju pembangunan dengan menghimpun dukungan pembiayaan dari berbagai sumber. Nilai dukungan tersebut bahkan hampir setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi.

“Kebetulan minggu lalu saya ke Kota Jambi. Setelah dihitung-hitung, karena wali kotanya cukup gesit menjemput dukungan pembiayaan dari berbagai pihak, totalnya hampir sama dengan APBD-nya sendiri, sekitar Rp2 triliun,” ungkapnya.

Menurut Bima, penguatan pengawasan terhadap program strategis nasional menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah, sebagaimana yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi.

Keberhasilan di tingkat daerah tersebut, lanjut Bima, sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan yang mencatat pertumbuhan ekonomi nasional berada di atas 5 persen.

“Seperti yang disampaikan Menteri Keuangan dan Kepala BPS, ekonomi kita dalam kondisi baik, dengan catatan seluruh program benar-benar dikawal sampai ke daerah. Ekonomi daerah adalah pengungkit utama pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bima juga menekankan pentingnya sinkronisasi program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam penyusunan RKP 2027. Menurutnya, penyelarasan perencanaan dan penganggaran menjadi kunci agar program prioritas nasional berjalan efektif hingga ke daerah.

Ia menyebut setidaknya terdapat tiga tantangan utama yang dihadapi kepala daerah saat ini, yakni dinamika geopolitik global, pengawalan program prioritas nasional, serta pemenuhan janji politik dan harapan publik di tingkat lokal.

“Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan menjaga konsistensi dokumen perencanaan dan penganggaran, selaras dengan delapan klaster prioritas nasional, patuh terhadap mandatori belanja, mendorong inovasi fiskal dan kemudahan investasi, serta memperkuat sinergi pembangunan kewilayahan,” pungkas Bima.

Pemerintah saat ini mulai menyusun RKP 2027 dengan fokus percepatan pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui delapan Klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang mencakup 60 program unggulan. Klaster tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Sebagai catatan, APBD Kota Jambi tahun 2025 tercatat mencapai Rp2,013 triliun. Angka tersebut berasal dari berbagai sumber pendanaan, termasuk APBN, APBD provinsi, program revitalisasi sungai, jaringan gas, Baznas, forum CSR, serta program pendidikan aparatur.

Rakorbangpus ini turut dihadiri perwakilan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah guna memastikan sinergi perencanaan pembangunan nasional dan daerah. (*)

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN Hari Ini Jumat 8 Mei 2026, Ada Bank BTN dan Bank Mandiri

Baca juga: Cara Licik Sindikat Pembobol BBM Subsidi di Kota Jambi, Pakai Banyak Barcode hingga Oplos

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.