Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) tengah menjadi perbincangan di sosial media (sosmed) karena mengalami kerusakan parah.
Pada salah satu sisi ruang baca, tampak bagian lantai becek karena air hujan yang menggenang.
Bahkan, dinding dan lantainya pun mengelupas hingga tumbuh jamur berwarna hijau.
Menanggapi hal itu, UI siap melakukan renovasi menyeluruh gedung perpustakaan guna tingkatkan keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan fasilitas layanan bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Kepala Perpustakaan UI, Luluk Tri Wulandari menjelaskan, persiapan renovasi dibahas dalam rapat koordinasi antar unit di lingkungan UI, yang pada 5 Mei 2026 mengulas Detail Engineering Design (DED) renovasi Gedung Perpustakaan UI.
Berbagai aspek teknis renovasi diulas, di antaranya mitigasi risiko, keselamatan kerja, keberlangsungan layanan perpustakaan, serta pengawasan konstruksi dan kualitas material bangunan.
Gedung Perpustakaan UI memiliki desain arsitektur khas berbentuk melingkar dengan elemen ruang terbuka dan area vegetasi di bagian atas bangunan.
Seiring bertambahnya usia bangunan dan tingginya paparan cuaca, beberapa bagian gedung mengalami penurunan kondisi fisik, khususnya pada area fasad, dinding luar bangunan, sealant, serta titik-titik rawan rembesan air.
“Perpustakaan UI menyampaikan apresiasi kepada sivitas dan masyarakat atas perhatian, masukan, dan kepedulian terhadap kondisi gedung perpustakaan,” kata Luluk.
“Seluruh masukan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas fasilitas dan layanan perpustakaan ke depan,” sambungnya.
Berbagai langkah penanganan dan perbaikan berkala telah dilakukan, namun karakteristik kerusakan bangunan memerlukan penanganan menyeluruh dengan proses teknis yang kompleks dan kebutuhan pembiayaan yang besar.
Saat ini, proses renovasi memasuki tahap audit. Review DED selesai dan koordinasi teknis dengan pihak terkait telah dilakukan.
Renovasi akan mencakup pembongkaran, perbaikan dan penggantian material fasad bangunan, penguatan sistem waterproofing, peningkatan aspek keselamatan gedung, serta optimalisasi area layanan agar tetap dapat digunakan selama proses pekerjaan berlangsung.
Luluk memastikan bahwa layanan kepada pengguna tetap menjadi prioritas selama proses renovasi berlangsung.
Pengaturan area layanan, mitigasi keselamatan pengguna, serta informasi terkait penyesuaian operasional akan disampaikan secara bertahap kepada publik. (m38)