TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menorehkan prestasi internasional melalui implementasi tridharma perguruan tinggi di Malaysia.
Kegiatan bertaraf internasional yang rutin dilaksanakan setiap semester ini menjadi bukti nyata komitmen FEB Unilak dalam membangun pendidikan tinggi berdaya saing global.
Dipimpin langsung Rektor Unilak Prof. Dr. Junaidi, Ph.D., rombongan yang terdiri dari Dekan FEB Dr. Dini Onasis, SE., para wakil dekan, dosen, serta 23 mahasiswa Program Studi Manajemen dan Akuntansi menjalankan berbagai agenda akademik dengan tema “Cross-Border Academic Synergy: Innovative Collaboration in Teaching, Empowering Global Communities and International Industries.”
Rangkaian kegiatan diawali di Universiti Teknologi MARA melalui program visiting lecturer. Dosen FEB Unilak memberikan kuliah umum sekaligus memperkenalkan praktik bisnis dan ekonomi khas Provinsi Riau kepada sivitas akademika UiTM. Pada saat bersamaan, mahasiswa FEB Unilak juga mengikuti perkuliahan di kampus tersebut sebagai bagian dari pertukaran akademik internasional.
Rektor Unilak, Junaidi menegaskan bahwa kehadiran Unilak di Malaysia bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah strategis memperkuat kualitas pendidikan tinggi.
“Kehadiran kami di Malaysia bukan sekadar kunjungan, tapi langkah strategis. Dosen dan mahasiswa Unilak harus mampu berkompetisi dan berkolaborasi di level global. Ini bukti Unilak serius meningkatkan mutu pendidikan tinggi berstandar internasional,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Implementasi tridharma kemudian dilanjutkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional bersama UiTM Segamat.
Dosen dan mahasiswa dari kedua kampus turun langsung mendampingi masyarakat Kampung Batu Badak, Segamat, yang mengembangkan usaha pertanian ubi beserta produk turunannya.
Baca juga: Kisah Yuli Meliani Ajak Pelaku UMKM Kolaborasi di Gerai Sangsa Binaan BRI, Tak Pikir Profit Sendiri
Baca juga: Dompet Dhuafa Riau Targetkan 3.000 Penerima Manfaat Lewat The Kurban Series 1447 H
Pendampingan difokuskan pada inovasi produk, strategi pemasaran UMKM, hingga penguatan ekonomi lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing lebih luas.
Dekan FEB Unilak, Dini Onasis mengatakan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kontribusi perguruan tinggi harus memberi dampak nyata kepada masyarakat.
“Pengabdian ini mengajarkan mahasiswa bahwa kontribusi kampus harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi dengan UiTM memberi kami perspektif baru bagaimana potensi lokal seperti singkong bisa dikembangkan menjadi produk bernilai global,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada pengajaran dan pengabdian, FEB Unilak juga memperkuat jejaring riset internasional di Management and Science University melalui agenda joint research dan focus group discussion (FGD) penjaminan mutu pendidikan.
Dalam forum tersebut, dosen FEB Unilak bersama akademisi MSU membahas kolaborasi penelitian di bidang manajemen, akuntansi, kewirausahaan, hingga ekonomi berkelanjutan yang ditargetkan menghasilkan publikasi bereputasi internasional.
Selain itu, digelar pula benchmarking kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) guna memastikan lulusan FEB Unilak semakin relevan dengan kebutuhan industri global.
“OBE adalah masa depan pendidikan tinggi. Dari FGD dan benchmarking ini kami membawa pulang praktik terbaik MSU agar kurikulum FEB makin adaptif dan lulusan kami siap kerja di mana saja,” tambah Dr. Dini Onasis.
Prof. Junaidi menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan internasional ini merupakan bagian dari peta jalan Unilak menuju world class university. Menurutnya, mahasiswa yang terlibat dalam program internasional akan menjadi duta kampus dengan wawasan global dan kemampuan lintas budaya.
“Mahasiswa yang ikut ke Malaysia hari ini adalah duta Unilak. Mereka pulang dengan wawasan global, kemampuan lintas budaya, dan jaringan internasional. Inilah SDM unggul yang kami siapkan untuk Riau dan Indonesia,” tegasnya.
Ke depan, kolaborasi antara FEB Unilak dengan UiTM dan MSU akan terus diperluas melalui program pertukaran mahasiswa, konferensi internasional bersama, hingga pengembangan kurikulum kolaboratif.
Melalui berbagai agenda tersebut, FEB Unilak semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pionir internasionalisasi di lingkungan Universitas Lancang Kuning.
Semangat Menembus Batas Negeri menjadi energi baru bagi FEB Unilak untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia di panggung dunia.