TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KOLAKA - Isak tangis dan iringan doa menyertai prosesi pemakaman Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, Sabtu (09/05/2026).
Jenazah Anggota BPK RI periode 2022-2027 ini dimakamkan di kampung halamannya, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ratusan pelayat yang terdiri dari tokoh nasional, pejabat daerah, serta masyarakat, melepas kepergian sosok salah satu putra terbaik Provinsi Sultra ini.
Berdasarkan pantauan wartawan TribunnewsSultra.com, menunjukkan antusiasme pelayat yang memadati area pemakaman.
Pemakaman berlokasi di Jalan Penggusuran, tepat di belakang Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kolaka.
Lokasinya berjarak 1 kilometer dari kediaman pribadi Haerul di simpang Jalan Kakatua dan Jalan Tamalaki, Kelurahan Lalohea.
Sejumlah tokoh hadir memberikan penghormatan terakhirnya, berbaur bersama para pelayat lainnya.
Baca juga: Detik-detik Pemakaman Anggota BPK RI Haerul Saleh di Kolaka Sulawesi Tenggara, Suasana Haru Pelayat
Para petinggi BPK RI dari Jakarta, tempat Haerul mengabdi beberapa tahun terakhir ini, ikut hadir di antaranya Wakil Ketua BPK RI.
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sultra, Bupati Kolaka Amri Jamaluddin yang juga kerabat almarhum.
Sejumlah kepala daerah di antaranya Bupati Buton Selatan Muhammad Adios, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur Yosep Sahaka, dan lainnya.
Sebelumnya, rumah duka di Kolaka juga dipenuhi pelayat bersamaan kedatangan jenazah almarhum dari Jakarta.
Hadir melayat di rumah tersebut di antaranya Bupati Buton Alvin Akawijaya, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, dan lainnya.
Haerul Saleh sebelumnya berpulang untuk selama-lamanya, pada Jumat (08/05/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Aco, sapaan akrabnya, menjadi korban kebakaran rumah di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Jenazah kemudian diterbangkan dari Jakarta menuju kampung halamannya di Kolaka untuk prosesi pemakaman.
Prosesi pelepasan jenazah dari rumah duka di Bumi Mekongga dimulai pukul 10.00 wita.
Mobil ambulans yang membawa peti jenazah bergerak perlahan membelah kerumunan massa.
Ratusan pelayat turut mengiringi perjalanan menuju liang lahad, sebagian besar menggunakan kendaraan bermotor.
Namun tidak sedikit pelayat yang memilih berjalan kaki sekitar 1 kilometer dari rumah duka.
Di area pemakaman, terlihat tiga tenda besar untuk menampung pelayat.
Namun, kapasitas tersebut tidak mampu membendung arus pelayat yang terus berdatangan hingga prosesi pemakaman usai.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)
Baca juga: Biodata Haerul Saleh 2 Kali DPR Asal Sulawesi Tenggara, Mundur Legislator Menjadi Anggota BPK RI