SERAMBINEWS.COM,KUALA SIMPANG – Universitas Terbuka (UT) menunjukkan komitmen peran perguruan tinggi di masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kebencanaan di Desa Sekumur, Aceh Tamiang pada 21-22 April 2026 di bawah koordinasi Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM UT.
Diketuai oleh Olivia Idrus SE MSc, sinergi ini didukung Tim PkM yang terdiri dari Rahmad Purnama SST MEng, Chandra Murti Dewi Widowati Hermajiwandini SAk ME, Hasta Dwi Pradana SHum ME, Dwi Rahmawati SE MA, serta Dio Bimo Saputro SAk ME.
Dalam aksi tersebut, Tim PkM bersama UT Aceh memegang peranan krusial dalam koordinasi lapangan dan pemetaan kebutuhan warga. Mengingat lokasi geografis Desa Sekumur yang berada di wilayah perbatasan, sinergi ini memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
UT Aceh secara aktif menjalin komunikasi intensif dengan perangkat desa untuk memastikan legalitas dan keberlanjutan operasional bantuan di lapangan. “Aksi kolaboratif yang melibatkan UT Pusat dan UT Aceh ini bertujuan memastikan proses pemulihan desa berjalan secara komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Olivia dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Salah satu kendala utama yang dihadapi warga Desa Sekumur pascabencana adalah sulitnya mendapatkan akses air bersih yang layak. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Terbuka membangun fasilitas sumur bor. Kehadiran sumur bor ini diharapkan menjadi sumber mata air berkelanjutan bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dan konsumsi sehari-hari secara higienis.
Pemulihan Ekonomi Melalui Bibit Unggul
Selain infrastruktur air, Tim PkM UT juga menyerahkan bantuan bibit tanaman kepada kelompok tani setempat. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk membantu warga memulai kembali roda perekonomian yang sempat lumpuh.
“Dengan bibit unggul ini, diharapkan warga Desa Sekumur dapat kembali produktif di sektor pertanian dan mandiri secara pangan maupun ekonomi,” ucap Olivia.
Sementara Kepala Desa Sekumur, Sofian Iskandar, bersama warga menyambut antusias kehadiran tim UT. Bantuan ini dirasakan sangat tepat sasaran mengingat air bersih dan sarana produksi pertanian adalah kebutuhan paling krusial bagi mereka saat ini.
Dalam kunjungannya, Anggota Tim PkM UT, Rahmad P bersama Dio Bimo menyatakan, kegiatan ini bukan sekadar bantuan seremonial. Universitas Terbuka hadir di tengah masyarakat Desa Sekumur untuk memastikan proses recovery pembangunan ekonomi berjalan lebih cepat.
“Kami ingin bantuan ini, baik sumur bor maupun bibit, menjadi modal awal bagi warga untuk melangsungkan kehidupan yang lebih baik ke depannya," ujarnya.
“Melalui program ini, Universitas Terbuka membuktikan institusi pendidikan tidak hanya fokus pada teknologi pembelajaran jarak jauh, tetapi juga hadir secara fisik dan nyata sebagai entitas yang memiliki kepekaan sosial tinggi bagi masyarakat yang terdampak bencana,” pungkasnya. (*)