Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi penyebaran Hantavirus di wilayah Sulawesi Tengah.
Langkah tersebut dilakukan setelah Kementerian Kesehatan RI menerbitkan surat edaran kewaspadaan Hantavirus.
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan, mengatakan koordinasi akan melibatkan sejumlah instansi terkait.
Baca juga: Dinkes Sulteng Terima Surat Edaran Kemenkes untuk Antisipasi Hantavirus
“Kami akan berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan, kesehatan lingkungan, laboratorium kesehatan masyarakat, rumah sakit dan puskesmas,” ujar Ahsan, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan akan diperkuat di pintu masuk wilayah Sulawesi Tengah, baik melalui bandara maupun pelabuhan laut.
Menurutnya, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermogun akan dilakukan terhadap pelaku perjalanan dari wilayah terindikasi terpapar Hantavirus.
“Kalau misalnya terdeteksi ada suhu meningkat, maka akan dilakukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut,” katanya.
Selain itu, Dinkes Sulteng juga akan berkoordinasi dengan laboratorium kesehatan masyarakat terkait kesiapan pemeriksaan spesimen dan ketersediaan reagen.
Baca juga: Nasib Ammar Zoni: Gagal Bertahan di Jakarta, Kini Menangis Kembali ke Nusakambangan
Ahsan menambahkan, rumah sakit dan puskesmas juga diminta menyiapkan ruang isolasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien dengan gejala Hantavirus.(*)