BANJARMASINPOST.CO.ID - Pasangan artis Syifa Hadju dan El Rumi resmi menikah pada Minggu (26/4/2026).
Setelah menikah, Syifa Hadju dan El Rumi kembali mencuri perhatian publik lewat obrolan santai mereka dalam konten game “Agree or Disagree” di kanal YouTube pribadi mereka, El & Syifa Family.
Mereka lantas membahas berbagai isu rumah tangga, mulai dari kepercayaan, pernikahan, hingga batasan dalam hubungan.
Satu di antaranya menyinggung soal hubungan yang toxic imbas bahas cek handphone pasangan.
Ya topik yang paling menyita perhatian adalah ketika keduanya membahas soal kebiasaan mengecek handphone pasangan.
Syifa dan El kompak memilih “Strongly Disagree” saat diberi pernyataan bahwa cek HP pasangan adalah hal yang wajar.
Baca juga: Nasib Permusuhan Ahmad Dhani dan Maia Estianty Usai Lahirnya Baby Soleil, Anak Al Ghazali Damaikan?
Baca juga: Umumkan Cerai dari Pinkan Mambo, Arya Khan Sempat Diprotes Uang Endorse yang Dipakai Beli Rumah
El Rumi menilai kebiasaan memeriksa handphone pasangan justru dapat menciptakan hubungan yang tidak sehat.
Menurutnya, hubungan yang baik seharusnya dibangun di atas rasa percaya satu sama lain.
“Kalau HP sih menurutku agak jadi lebih ke toksik ya, dan jadi lebih nggak sehat juga hubungannya,” kata El Rumi dikutip Grid.ID dalam Youtube El & Syifa Family, Minggu (10/5/2026).
Syifa Hadju pun mengaku memiliki pandangan serupa terkait privasi dalam hubungan rumah tangga.
Ia merasa hidupnya justru lebih tenang ketika tidak mencari tahu hal-hal yang belum tentu perlu diketahui.
“Aku sih lebih ke begini loh, semakin aku nggak tahu, semakin hidup aku tenang,” ujar Syifa.
Aktris berusia 25 tahun itu percaya bahwa jika memang ada sesuatu yang tidak baik terjadi dalam rumah tangganya, maka Tuhan akan memperlihatkannya pada waktu yang tepat.
Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu mencurigai pasangannya.
“Kalau ada sesuatu, biar Allah yang kasih tahu,” lanjutnya.
Meski demikian, Syifa menegaskan dirinya tidak memiliki masalah apabila sang suami ingin memeriksa handphonenya. Ia merasa tidak memiliki hal apa pun yang harus disembunyikan dari pasangan.
Menurut Syifa, alasan dirinya enggan mengecek HP pasangan bukan karena takut menemukan sesuatu, melainkan karena menghargai ruang privasi setiap individu.
Ia juga menyinggung soal larangan “tajasus” dalam ajaran agama yang berarti mencari-cari kesalahan orang lain.
“Kalau di agama aku juga itu namanya tajasus, nggak boleh lah gitu, tidak disarankan,” jelas Syifa.
El Rumi kemudian menambahkan bahwa setiap orang, termasuk pasangan suami istri, tetap membutuhkan ruang pribadi.
Ia merasa privasi bukan berarti menyembunyikan sesuatu, melainkan bentuk penghormatan terhadap pasangan.
Putra musisi Ahmad Dhani itu mengatakan hubungan yang sehat harus dibangun dengan komunikasi dan rasa percaya.
Karena itu, ia tidak merasa perlu memeriksa isi chat maupun media sosial pasangannya.
“Setiap individualnya juga butuh ruang pribadi juga sih,” kata El.
Syifa juga mengungkapkan ada banyak percakapan pribadi bersama keluarga atau sahabat yang menurutnya tidak perlu dibaca pasangan.
Ia merasa beberapa cerita rumah tangga teman-temannya merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga.
Selain membahas soal privasi, pasangan tersebut juga menyinggung pentingnya saling memberi kabar dalam hubungan.
Meski tidak selalu harus membalas pesan dengan cepat, keduanya sepakat bahwa komunikasi tetap penting agar pasangan merasa tenang.
“Yang penting ada kabarnya dia di mana, itu buat aku sudah aman,” tutur El.
Tidak hanya soal komunikasi, Syifa dan El juga berbicara mengenai perubahan setelah menikah.
Syifa mengaku dirinya kini mulai belajar menyesuaikan diri sebagai seorang istri setelah sebelumnya terbiasa tinggal bersama keluarga.
El pun merasa pernikahan membawa perubahan positif, termasuk dalam hal spiritual. Menurutnya, pernikahan membuat seseorang belajar menjadi pribadi yang lebih baik demi pasangannya.
“Kalau menikah itu kan tujuannya karena ibadah,” tutup El.
Rasa penasaran untuk memeriksa ponsel kekasih kita pasti kerap muncul.
Yah, ponsel telah menjadi benda yang tak bisa ditinggalkan dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan, banyak orang yang memanfaatkan ponsel sebagai buku harian.
Ponsel juga berisi privasi seseorang. Jadi, kita juga tak boleh sembarangan mengintip isi di dalamnya, termasuk ponsel pasangan kita.
Psikolog bernama Claudia Luiz juga berpendapat demikian. Menurutnya, mengintip telepon seseorang adalah bentuk pelanggaran privasi.
"Tapi, ini bisa menjadi hal yang membingungkan ketika pemilik ponsel tersebut adalah orang yang benar-benar dekat dengan kita," ungkapnya.
Meski demikian, kata Luiz, mengintip atau memeriksa secara diam-diam ponsel pasangan adalah hal yang serupa dengan melakukan kebohongan demi menghindari konflik.
Jadi, kita harus-benar-benar berhenti memeriksa ponsel pasangan secara diam-diam.
Pakar kencan Luarel House juga setuju dengan hal ini. Dalam banyak kasus, menurut House, tak masalah jika kita melakukannya.
Namun, munculnya keinginan untuk meakukannya bisa jadi pertanda adanya masalah kepercayaan dalam hubungan yang kita jalani.
"Melihat telepon pasangan menunjukkan ketidakpercayaan dan rasa tidak aman, dan itu dibangun dengan sendirinya, bahkan mungkin menjadi obsesi," katanya.
Menurut House, kita selalu saja bisa menemukan sesuatu yang salah dari ponsel pasangan. Namun, semua kesalahan itu sebenarnya berasal dari asumsi dan karangan kita saja.
Di sisi lain, rasa ingin tahu pada isi ponsel pasangan itu adalah proyeksi dari diri kita sendiri.
"Sering kali, orang yang mencurigai sesuatu yang tidak pantas terjadi adalah orang yang sebenarnya melakukan tindakan yang tidak pantas itu. Pikiran itu datang karena tindakan mereka sendiri," kata House.
Saat pasangan terlalu sering menatap ponselnya, kita pasti bertanya-tanya dengan siapa dia berkomunikasi atau apa yang sedang ia lihat.
Saat momen itu terjadi, kata House, firasat kita pasti mengatakan jika ada sesuatu yang salah, dan inilah saatnya untuk segera mendiskusikannya langsung dengannya.
Jika ini bukan proyeksi diri kita dan kecurigaan karena perilaku pasangan, House menyarakan kita untuk segera berhenti memeriksa ponsel pasangan.
"Anda harus membuat keputusan untuk percaya. Ya, buat keputusan. Saling percaya dan berdedikasi untuk hubungan adalah penting," sarannya.
Di sisi lain, ada alasan yang memang membuat kita dan pasangan boleh saling memeriksa isi ponsel.
Kita misalnya melakukannya dengan alasan transparasi atau keterbukaan dalam hubungan demi menghindari perselingkuhan.
"Satu-satunya alasan yang masuk akal untuk saling melihat ponsel adalah untuk menghindari perselingkuhan ketika ingin mewujudkan keterbukaan sepenuhnya dalam hubungan," ucap House.
Tapi, hal ini harus dikomunikasikan dan disepakati bersama. Tidak boleh ada dendam atau kemarahan saat melakukannya.
Jika ingin hubungan asmara berjalan lancar, kita dan pasangan harus memiliki komitmen yang sama, jujur dan komunikatif.
"Pada dasarnya, tidak boleh dilakukan secara diam-diam," ungkapnya.
Hal terpenting adalah kita tak boleh memeriksa ponsel pasangan tanpa izin darinya. Jika merasa ingin melakukannya, maka kamu sebaiknya mengevaluasi kembali hubungan asmara yang kamu jalani.
Ini bisa menjadi pertanda ada masalah serius dalam hubungan itu. Jika hanya sekadar ingin tahu, komunikasikan hal tersebut kepada pasangan. Bisa jadi, si dia akan mengizinkan kita untuk melihat ponselnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)