Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIPAYUNG - Banjir menjadi momok bagi warga yang tinggal di dekat area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.
Longsoran sampah yang menutupi aliran Kali Pesanggrahan menyebabkan banjir merendam pemukiman warga.
Bahkan, akses jalan penghubung wilayah Bulak Barat, Cipayung dengan Pasir Putih, Sawangan sudah terputus hampir 3 tahun karena banjir.
Baca juga: Ratusan Warga Harjamukti Depok Diduga Tertipu Urus Sertifikat Tanah, Ade Supriyatna Turun Tangan
Pengurus lingkungan setempat bersama warga bahkan menggelar demo sebagai protes banjir yang tak kunjung surut pada Sabtu (9/5/2026) kemarin.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna mendorong pemerintah kota untuk segera menyelesaikan permasalahan banjir di Cipayung.
Penyelesaian masalah banjir di Cipayung dapat dilakukan dari sisi teknis maupun kebutuhan anggaran, guna mengakomodasi aspirasi masyarakat.
Politisi PKS itu juga mengapresiasi respons cepat Wali Kota Depok Supian Suri yang telah menemui warga untuk membahas persoalan tersebut pada Minggu (10/5/2026).
Ade menilai, terdapat dua tuntutan utama warga yang menjadi fokus, yakni normalisasi Kali Pesanggrahan dan pembangunan turap di sepanjang aliran kali untuk mencegah banjir susulan.
“Kita dorong entar nanti model penyelesaiannya seperti apa, membutuhkan anggaran berapa, atau cukup dengan sumber daya yang ada di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” kata Ade, Senin (11/5/2026).
Selain itu, Ade mengusulkan agar adanya kolaborasi antar dinas untuk menangani persoalan banjir di wilayah Cipayung.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dinas PUPR Kota Depok diminta untuk berkolaborasi melakukan aksi cepat, seperti pengerukan sedimen menggunakan alat berat. (m38)