Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Festival Candi Kembar 2026 menghadirkan rangkaian pertunjukan budaya selama dua hari, mulai dari jathilan, karawitan, hingga tari kolosal di kawasan Candi Plaosan.
Hari pertama, Jumat (22/5/2026), dibuka dengan jathilan Kuda Lumping dan gala dinner KICF di Paseban Candi Kembar.
Malam harinya diisi pertunjukan karawitan, tari tradisional, hingga tari kolosal yang melibatkan kolaborasi sanggar seni.
Baca juga: Makara Jadi Ikon Festival Candi Kembar 2026, Simbol Pelindung Generasi dan Warisan Luhur
Hari kedua difokuskan pada kirab gunungan dan puncak acara festival.
Selain kirab, ditampilkan gejok lesung, angklung, hingga berbagai atraksi budaya lokal.
Puncak acara berlangsung malam hari dengan pertunjukan besar yang melibatkan masyarakat dan seniman lokal.
Rangkaian ini dirancang untuk menggabungkan nilai tradisi dengan kemasan modern.
Panitia juga menetapkan sejumlah aturan kirab, termasuk larangan mencantumkan uang pada gunungan serta kewajiban menjaga kebersihan.
Seluruh rangkaian festival terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi magnet wisata budaya di Klaten.
Baca juga: Festival Candi Kembar 2026 Digelar 2 Hari di Desa Bugisan Prambanan Klaten, Angkat Tema Makara
(*)