Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani membuka Pelatihan PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta bekerja sama dengan SMKN 4 Surakarta di SMKN 4 Surakarta, Senin (11/5/2026).
Ia mengungkapkan rasa bangganya pelatihan ini menjadi bukti bahwa perempuan bisa diberdayakan untuk menjadi penggerak ekonomi keluarga.
“PEKKA ini menjadi kebanggaan saya karena merupakan perwujudan perempuan yang mandiri, berdaya, dan terus berjuang untuk keluarganya. PEKKA ini ibarat Srikandi yang siap tempur karena mampu dan berdaya untuk memperjuangkan keluarganya,” kata Astrid.
Pelatihan keterampilan boga dan kuliner selama dua hari tersebut menjadi upaya pemberdayaan perempuan kepala keluarga agar semakin mandiri secara ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga.
Baca juga: Wawali Solo Astrid Widayani Kunjungi Kampung Njawani Banjarsari, Konsisten Gunakan Bahasa Jawa Krama
Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera”, pelatihan diikuti 30 peserta dari Kelurahan Joyosuran, Kratonan, dan Panularan.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung di laboratorium boga SMKN 4 Surakarta.
Dalam sambutannya, Astrid menyebut perempuan kepala keluarga sebagai sosok tangguh yang menjadi penggerak utama ketahanan keluarga.
Menurutnya, perempuan saat ini harus mampu mengambil peran strategis dalam keluarga, termasuk memperkuat ekonomi rumah tangga melalui peningkatan keterampilan.
“Srikandi harus mampu memimpin pasukan, dalam hal ini anggota keluarga di rumah. Perempuan harus mampu naik kelas, menambah ilmu baik teori maupun keterampilan. Hari ini kita dilatih keterampilan boga, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Astrid menegaskan keterampilan harus terus diasah agar mampu menjadi bekal usaha dan meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Ibarat senjata, keterampilan dan teori harus terus diasah untuk meningkatkan keahlian. Dari pelatihan ini, PEKKA diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga,” lanjutnya.
Ia juga berharap program pelatihan keterampilan bagi perempuan kepala keluarga dapat menjangkau seluruh wilayah di Kota Surakarta secara merata.
“Harapannya seluruh kecamatan bisa merata mendapatkan pelatihan keterampilan seperti ini karena banyak PEKKA yang menjadi penggerak ekonomi keluarga. Semoga program ini juga bisa menyelaraskan program Pemerintah Kota Surakarta khususnya dalam pemberdayaan perempuan,” ucap Astrid.
Baca juga: Momen Wawali Solo Astrid Widayani Semangati Atlet Anggar Hadapi Porprov Semarang Raya 2026
Menurutnya, pelatihan keterampilan menjadi salah satu langkah penting agar perempuan memiliki bekal tambahan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
“Melalui pelatihan ini diharapkan bisa menambah keterampilan dan menjadi bekal usaha bagi para peserta,” katanya.
Astrid juga menyampaikan apresiasi kepada SMKN 4 Surakarta yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan dengan fasilitas praktik yang lengkap.
“Terima kasih kepada SMKN 4 Surakarta yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Fasilitasnya sangat lengkap sehingga peserta bisa belajar sekaligus praktik secara maksimal,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Surakarta Kristiana Hariyanti mengatakan pelatihan PEKKA bertujuan meningkatkan kemampuan sekaligus mendorong kemandirian perempuan kelompok rentan melalui penguatan keterampilan ekonomi.
“Pelatihan ini memberikan bekal sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi perempuan kelompok rentan agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Kristiana.
Ia menyebut saat ini jumlah Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di Kota Surakarta mencapai sekitar 14.700 orang, dengan sekitar 400 di antaranya masuk kategori P1.
Karena itu, pelatihan akan terus dilakukan secara bertahap dan bergiliran di tiap kelurahan setiap tahunnya.
“Pelatihan ini bukan hanya teori, tetapi juga praktik langsung di laboratorium boga SMKN 4 Surakarta agar peserta benar-benar memiliki pengalaman dan keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha,” pungkasnya.
Baca juga: Serba Bisa, Wawali Solo Astrid Widayani Ikut Menari Saat Momen Perayaan Hari Tari Dunia
(*)