PDI Perjuangan Magetan Borong Setengah Ton Telur Peternak Lokal dan Bagikan ke Masyarakat 
Dyan Rekohadi May 11, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan membagikan setengah ton telur kepada masyarakat sebagai bentuk solidaritas terhadap peternak telur lokal yang tengah menghadapi tekanan harga dan kondisi pasar.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan dengan harapan bisa menstabilkan harga telur di Magetan yang tengah anjlok akibat produksi yang melimpah namun daya serap yang rendah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana Sasa, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk gotong royong partai dalam merespons persoalan rakyat, sekaligus membantu perputaran ekonomi peternak lokal.

"Partai tidak boleh hanya hadir saat Pemilu. Ketika peternak menjerit karena harga dan distribusi, kita harus ikut bergerak. Maka hari ini kami membeli dan membagikan setengah ton telur kepada masyarakat," kata Sasa, Senin (11/5/2026).

Kader dan pengurus partai di berbagai tingkatan diminta ikut membeli produk peternak lokal sesuai kemampuan masing-masing dan membagikannya kepada masyarakat di lingkungan sekitar.


Menurut Anggota Komisi D DPRD Jatim itu, langkah tersebut mungkin tidak menyelesaikan persoalan secara keseluruhan, namun setidaknya dapat menjadi bentuk keberpihakan konkret sekaligus menghidupkan semangat solidaritas sosial.

Di sisi lain, pembagian telur juga ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih berat bagi sebagian warga.

"Gotong royong harus menjadi gerakan bersama. Yang punya kemampuan lebih, bantu yang sedang kesulitan. Itu semangat yang ingin terus kita hidupkan," pungkasnya.

Baca juga: BGN Tambah Menu Telur MBG Jatim, Respons Protes Peternak Magetan

 

Aksi Demo Peternak Ayam Magetan

Aksi itu bukan sekadar berbagi, melainkan bentuk protes atas anjloknya harga telur yang dinilai jauh dari harapan peternak.

Peternak tengah menghadapi tekanan berat akibat harga jual yang berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP).

Usai pembagian telur, massa bergerak menuju Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan untuk menyampaikan aspirasi dan menggelar audiensi dengan pemerintah daerah.

Salah satu peternak, Teguh Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur.

Menurutnya, intervensi diperlukan terutama dalam meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak.

"Kami minta ada intervensi nyata dari pemerintah. Penyerapan harus ditingkatkan, baik melalui program sosial maupun program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Kalau penyerapan naik, harga bisa terdorong dan peternak tidak terus merugi," ujar Teguh.

Teguh menyebut, saat ini penyerapan pasar diperkirakan baru mencapai sekitar 60 persen, sehingga stok telur menumpuk di tingkat peternak.

"Dengan produksi yang melimpah, penyerapan seperti itu jelas belum mampu menahan kejatuhan harga," tambahnya.

Selain harga jual yang rendah, peternak juga mengeluhkan tingginya biaya produksi, terutama pakan yang terus mengalami kenaikan.

Baca juga: Bagi Telur Gratis 3 Ton di Alun-alun Magetan, Peternak Protes Harga Anjlok di Bawah HAP

 

Data Disnakkan Magetan


Sementara itu, Kepala Disnakkan Magetan, Nur Haryani, mengungkapkan bahwa produksi telur ayam negeri di Kabupaten Magetan mencapai sekitar 81 ton per hari.

Dengan jumlah tersebut, kelebihan pasokan sulit dihindari ketika daya serap pasar melemah.

Berdasarkan data Disnakkan, populasi ayam petelur di Magetan pada 2025 mencapai sekitar 2,5 juta ekor.

Tingginya produksi yang tidak sebanding dengan penyerapan pasar menjadi penyebab utama turunnya harga telur.

"Saat ini harga telur sekitar Rp 22.800 per kilogram, jauh di bawah HAP sebesar Rp 26.500. Sementara biaya pakan menyumbang sekitar 70 persen dari total biaya produksi, dan harga jagung juga mengalami kenaikan," jelas Nur Haryani.

Ia menambahkan, sekitar 40 persen produksi telur diserap pasar lokal, sedangkan 60 persen lainnya didistribusikan ke luar daerah.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.