Menlu Singapura Puji Tim SAR atas Evakuasi Pendaki Gunung Dukono: Indonesia Mengambil Risiko
Erik S May 12, 2026 02:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menyampaikan apresiasi kepada tim pencarian dan penyelamatan (SAR) Indonesia atas aksi heroik mereka dalam mengevakuasi warga Singapura saat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut). 

Ungkapan kekaguman ini disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026). 

Apresiasi tersebut merujuk pada insiden tragis pada 8 Mei lalu, di mana satu warga Indonesia dan dua warga Singapura kehilangan nyawa di Gunung Dukono. 

Menlu Vivian menegaskan bahwa upaya penyelamatan yang dilakukan oleh personel SAR Indonesia merupakan tindakan yang luar biasa mengingat besarnya risiko keselamatan yang mereka hadapi di lapangan.

"Secara khusus untuk Singapura, saya ingin menyampaikan apresiasi terdalam kami kepada tim pencarian dan penyelamatan. Lebih dari 150 personel profesional pencarian dan penyelamatan Indonesia benar-benar mengambil risiko yang signifikan bagi diri mereka sendiri dalam keadaan yang sangat sulit dengan gunung berapi yang masih meletus, kondisi cuaca buruk, mereka berada dalam risiko yang cukup besar," ujar Menlu Vivian.

Menlu Vivian menambahkan bahwa masyarakat Singapura turut memantau perkembangan misi tersebut dengan penuh rasa harap. Ia menyebutkan bahwa kerja sama dan insting saling melindungi di masa krisis ini merupakan bukti nyata kedekatan hubungan antara kedua negara.

"Kami di Singapura yang mengikuti misi pencarian dan penyelamatan tersebut, Anda tahu, kami juga berharap dan berdoa bagi keselamatan tim pencarian dan penyelamatan. Jadi Anda tahu, insting semacam ini untuk saling menjaga satu sama lain dan melindungi satu sama lain di masa krisis, ini benar-benar mencerminkan kedekatan hati antara orang Indonesia dan Singapura," tambahnya.

Dijelaskan Vivian, pemerintah Singapura menyatakan bahwa dedikasi para personel SAR di Maluku Utara tidak dapat dinilai dengan materi. Menlu Vivian menegaskan bahwa kekuatan hubungan Indonesia dan Singapura diuji dan terbukti solid melalui aksi-aksi kemanusiaan seperti ini.

"Hal-hal semacam ini tidak bisa Anda bayar atau tuntut, Anda hanya bisa berharap dan mengandalkan kekuatan hubungan antara kedua negara kita," pungkasnya.

Kedua warga Singapura tersebut merupakan bagian dari kelompok yang terdiri dari 20 orang pendaki yang terdiri dari sembilan warga Singapura dan 11 warga Indonesia.

Baca juga: Pengantin Baru Korban Tewas Erupsi Gunung Dukono di Halmahera

Mereka mendaki pada tanggal 7 Mei meskipun ada larangan pendakian yang diberlakukan oleh otoritas setempat pada tanggal 17 April dan zona larangan masuk sejauh 4 km di sekitar kawah.

Semua pendaki kecuali kedua warga Singapura dan seorang warga Indonesia dievakuasi. Kedua pendaki tersebut belum terlihat sejak Gunung Dukono meletus pada pagi hari tanggal 8 Mei 2026.

Batu dan abu vulkanik menghujani para pendaki di dekat puncak dengan batu panas, abu, dan puing-puing vulkanik. Seorang wanita Indonesia ditemukan tewas pada tanggal 9 Mei.

Kedua korban adalah Timothy Heng (30) dan Shahin Muhrez Abdul Hamid (27). (Igman Ibrahim/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.