TRIBUNMANADO.CO.ID - Universitas Terbuka (UT) Manado menggelar simulasi pengenalan aplikasi mobile bernama Sistem Ujian Online di Ruang Tutorial Lantai 2 Kantor UT Manado, Jalan Sam Ratulangi, Winangun Satu, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (12/5/2026) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah mahasiswa dan pegawai UT Manado.
Para peserta tampak antusias mengikuti arahan instruktur saat simulasi berlangsung.
Aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan mahasiswa melaksanakan ujian langsung melalui smartphone tanpa harus menggunakan laptop atau komputer seperti biasanya.
Dalam simulasi itu, peserta juga mencoba langsung proses ujian menggunakan aplikasi mobile tersebut.
Para mentor tampak aktif memantau sekaligus membantu peserta selama kegiatan berlangsung.
Direktur UT Manado, Hendrikus Ivoni Bambang Prasetyo mengatakan pihaknya terus mengembangkan berbagai metode ujian guna memberikan kemudahan bagi mahasiswa.
Ia menjelaskan, sebelumnya UT telah menerapkan ujian online hingga ujian proctoring.
Kini pihaknya mulai mengembangkan ujian berbasis mobile.
“Kami terus berupaya mengembangkan berbagai macam metode ujian yang memudahkan mahasiswa dalam melaksanakan ujian. Semester ini kami mulai mengembangkan ujian berbasis mobile,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam pengembangan aplikasi tersebut, UT Manado juga mendapat dukungan langsung dari tim UT Pusat Jakarta untuk memastikan pelaksanaan ujian nantinya berjalan baik.
"Kami terus berupaya mengembangkan berbagai macam metode ujian yang memudahkan mahasiswa dalam melaksanakan ujian. Semester ini ujian berbasis mobile sudah mulai diterapkan dan surat edarannya juga sudah ada,” katanya.
Hendrikus juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mencoba melakukan kecurangan saat ujian berlangsung.
“Karena dari aplikasi ini semua aktivitas bisa langsung terdeteksi,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Sistem Informasi Kantor Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh dan Alumni UT, Zakirman menjelaskan secara sistem aplikasi berjalan lancar tanpa kendala.
Menurutnya, saat simulasi berlangsung, sistem mampu mendeteksi apabila peserta mencoba membuka aplikasi lain saat ujian.
“Semua aktivitas peserta saat ujian bisa terbaca dan terekam sistem. Jadi ketika ada mahasiswa membuka aplikasi lain, itu langsung terdeteksi,” ujarnya.
Ia mengatakan, untuk saat ini aplikasi tersebut memang difokuskan untuk ujian mahasiswa setiap semester.
Namun tidak menutup kemungkinan nantinya dapat dikembangkan untuk kegiatan lain.
Selain itu, pihaknya juga sedang mengembangkan sistem automated online proctoring yang memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari rumah dengan pengawasan otomatis melalui sistem.
“Kami juga sedang meningkatkan kapasitas ujian per sesi agar bisa menampung lebih banyak peserta,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengembangan Aplikasi Back End UT, Muhammad Dzaky, Administrasi Aplikasi Front End UT, Taufan Nanda Luzanil, serta Manager Perluasan Jangkauan Registrasi dan Ujian UT Manado, Lukman Marchel Recky bersama sejumlah staf dan peserta kegiatan. (Adv/Pet)
Baca juga: Ditanya Duet PDIP dan Gerindra di Kontestasi Politik, Ini Jawaban Olly Dondokambey
(TribunManado.co.id/Pet)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini