Wakil Ketua MPR RI Akhrnya Buka Suara Akui Ada Kelalaian Dewan Juri saat Final LLC MPR RI di Kalbar
Elvera Kumalasari May 12, 2026 02:42 PM

Polemik tersebut sebelumnya ramai dibicarakan publik setelah muncul video seorang siswi SMAN 1 Pontianak yang memprotes keputusan dewan juri karena jawabannya dianggap salah, padahal dinilai sama dengan peserta lain yang justru mendapat poin penuh.

Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas insiden penilaian yang terjadi saat perlombaan berlangsung.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Abcandra Muhammad Akbar Supratman dalam keterangan resmi MPR RI, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, MPR RI akan melakukan evaluasi terhadap keseluruhan sistem perlombaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, termasuk kinerja dewan juri yang bertugas dalam kompetisi tersebut.

Ia menilai polemik yang terjadi menjadi pelajaran penting agar penyelenggaraan lomba ke depan dapat berjalan lebih profesional dan objektif.

Abcandra Muhammad Akbar Supratman juga menyoroti pentingnya sikap responsif dari dewan juri ketika menerima keberatan dari peserta selama perlombaan berlangsung.

Selain itu, ia menyinggung adanya unsur kelalaian dalam aspek teknis, mulai dari tata suara hingga mekanisme banding dalam kompetisi.

Pimpinan MPR RI dari unsur DPD RI itu mengaku sempat mendengar adanya kejadian serupa pada pelaksanaan lomba di provinsi lain pada tahun sebelumnya.

Karena itu, ia meminta agar sistem penilaian dan pelaksanaan lomba dapat segera diperbaiki demi menghindari polemik yang sama di masa mendatang.

“Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” ujar Abcandra Muhammad Akbar Supratman.

Sebelumnya, viral video peserta dari SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra yang memprotes keputusan juri saat menjawab pertanyaan mengenai pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.

Dalam video yang beredar, Josepha Alexandra mengaku telah menyebutkan unsur Dewan Perwakilan Daerah atau DPD dalam jawabannya.

Namun dewan juri tetap memberikan nilai minus lima karena menganggap jawaban tersebut tidak lengkap.

Tak lama kemudian, peserta lain memberikan jawaban serupa dan justru dinyatakan benar oleh dewan juri sehingga memicu reaksi publik di media sosial.

(Tribun Trends/Tribunnews Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.