TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjenguk Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di RSCM Jakarta Pusat pada Selasa (12/5/2026) pagi.
Pantauan Reporter Tribunnews.com Gita Irawan, Novel terlihat tiba di Gedung Kanigara RSCM Jakarta Pusat sekira pukul 08.00 WIB.
Baca juga: Kuasa Hukum Andrie Yunus Akan Laporkan Hakim Fredy Ferdian ke KY Gegara Minta Kliennya Datang Sidang
Setelah itu, Novel menghilang dari pandangan.
Beberapa saat kemudian, Novel diantar keluar gedung oleh dua kuasa hukum Andrie dari Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) yakni Airlangga Julio dan Fadhil Alfathan.
Baca juga: Pakai Masker dan Seragam Dinas, 4 Oditur Militer Datangi RSCM di Tengah Rencana Besuk Andrie Yunus
Saat itu Novel mengungkapkan pertemuan singkatnya dengan Andrie.
"Ya kalau saya tentunya nengok bicara kesehatan, memotivasi secara psikis agar psikisnya kuat. Karena psikis tentunya berkontribusi besar untuk pemulihan dan kesembuhan," ujarnya.
"Dan saya lebih bicara hal yang ringan karena saya tahu Andrie mendapatkan beban yang sangat berat sebagai korban dan saya tentunya enggak ingin bicara yang membebani Andrie," ungkap Novel.
Novel lantas meninggalkan RSCM sekira pukul 09.30 WIB menggunakan mobil.
Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) yang menjadi kuasa hukum Andrie Yunus mengungkapkan penolakannya terkait rencana oditur militer untuk menjenguk.
Airlangga Julio dari TAUD mengatakan kliennya menolak dibesuk oleh siapapun dari institusi TNI.
"(Andrie) Tidak bersedia untuk dikunjungi siapapun yang berasal dari institusi TNI ," ungkap dia saat ditemui di RSCM Jakarta pada Selasa (12/5/2026).
Di sisi lain, sebanyak empat oditur dari Oditurat Militer II-07 Jakarta juga berniat menjenguk Andrie di hari yang sama.
Mereka terpantau sudah berada di dalam lobi gedung Kencana RSCM pada pukul 09.51 WIB.
Mereka terlihat mengenakan masker putih dan seragam Pakaian Dinas Luar (PDL) warna Sage Green baru TNI.
Keempatnya yakni Letkol Chk Muhammad Iswadi, Letkol Chk Upen Jaya Supena, Kapten Chk Citra Dewi Manurung, dan Mayor Chk Wasinton Marpaung.
Usai sempat masuk ke area lebih dalam gedung, keempatnya keluar gedung sekira pukul 11.00 WIB.
Oditur militer II-07 Jakarta Letkol Chk Muhammad Iswadi menjelaskan kedatangan mereka adalah untuk membesuk Andrie sebagai korban serangan cairan kimia diduga air keras yang melibatkan empat personel BAIS TNI.
Dia mengatakan pihaknya ingin menyampaikan rasa empati dan simpati juga kepada Andrie terkait perbuatan keempat terdakwa.
"Namun para rekan media tahu bahwa Saudara Andrie Yunus baru selesai melaksanakan operasi dan hari ini pasca operasi masih dalam proses penyembuhan, sehingga memang betul tidak bisa dikunjungi karena akan sangat berbahaya apabila saudara Andrie Yunus mendapat kunjungan," ujar Iswadi.
Baca juga: Tim Oditur Militer Gagal Besuk Andrie Yunus di RSCM, Hanya Temui Manajemen RS dan Kuasa Hukum
"Dan di sebelah kanan bahu sebelah kanan itu tidak boleh bergerak, tadi informasi dari manajemen rumah sakit ini harus posisi statis. Kalau bergerak sedikit nanti operasinya akan gagal. Jadi kami memahami situasi dari saudara Andrie Yunus," lanjut dia.
Iswadi menjelaskan di RSCM pihaknya diterima oleh manajemen RSCM dan kuasa hukum Andrie.
Dia mengatakan dalam pertemuan itu pihaknya diberi penjelasan panjang lebar mengapa Andrie tidak bisa dibesuk.
"Tapi karena memang kondisinya seperti ini, jadi kami tidak bisa menemui saudara Andrie Yunus," imbuhnya.
Rencananya, sidang lanjutan perkara itu akan kembali digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Abu (13/4/2026) dengan agenda pemeriksaan empat terdakwa.
Keempat terdakwa yakni Serda (Mar) Edi Sudarko, Lettu (Mar) Budhi Hariyanto Widhi, Kapten (Mar) Nandala Dwi Prasetia, dan Lettu (Pas) Sami Lakka.