UMJ Kukuhkan Profesor Baru, Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi
Feryanto Hadi May 12, 2026 08:20 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Universitas Muhammadiyah Jakarta (Universitas Muhammadiyah Jakarta) resmi mengukuhkan dua Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar di Auditorium dr. Syafri Guricci, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ, Selasa (13/05/2026).

Kedua guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Diah Andika Sari, M.Pd., dan Prof. Ir. Nelfiyanti, S.T., M.Eng., Ph.D.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Ketua Senat UMJ Prof. Dr. Azhari Aziz Samudra, M.Si., didampingi Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si.

Dalam sambutannya, Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si. menyampaikan bahwa proses menjadi guru besar saat ini semakin menantang. Ia juga mengungkapkan tren penurunan jumlah guru besar dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada 2023 UMJ melahirkan delapan guru besar, 2024 tujuh guru besar, 2025 empat guru besar, dan hingga 2026 belum ada tambahan baru. Namun kami tetap berkomitmen mendorong dosen mencapai jabatan tertinggi ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, UMJ saat ini memiliki lebih dari 90 dosen bergelar Lektor Kepala dan diperkirakan akan melahirkan dua hingga tiga guru besar baru pada 2026.

“Saat ini UMJ memiliki lebih dari 90 dosen Lektor Kepala. Setidaknya ada gambaran sekitar dua atau tiga guru besar baru yang akan lahir pada 2026,” kata Ma’mun.

Baca juga: UMJ Resmikan Gedung Kampus Tulang Bawang, Perkuat Akses Pendidikan di Lampung

Ma’mun juga menyoroti orasi ilmiah kedua profesor. Ia menyebut orasi Prof. Diah menyoroti tantangan anak di era digital, sementara Prof. Nelfiyanti menekankan pentingnya teknologi yang tetap berpusat pada manusia.

“Selamat kepada dua guru besar yang dikukuhkan hari ini. Prosesnya dilakukan dengan rendah hati dan diam-diam, ini bisa menjadi teladan bagi dosen lainnya,” tambahnya.

Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, S.E., M.Ak., menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi kebanggaan sekaligus penguatan ekosistem akademik.

“Penambahan guru besar bukan sekadar angka, tetapi penguatan ekosistem akademik di LLDIKTI Wilayah III,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa gelar guru besar membawa tanggung jawab moral yang lebih besar di dunia akademik.

“Gelar guru besar bukan garis finis. Ini tanggung jawab moral. Saya berharap mereka menjadi motor penggerak bagi dosen muda dan mentor yang inklusif,” kata Tri.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Jamhari Makruf, M.A., menekankan pentingnya pendidikan manusia secara utuh di tengah perkembangan teknologi.

“Intinya, kita perlu kembali mendidik manusia secara utuh. Kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas dosennya,” jelasnya.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Dr. Diah Andika Sari, M.Pd. ditetapkan sebagai Guru Besar bidang Perkembangan Motorik Anak Usia Dini. Dalam orasi ilmiahnya ia menyampaikan tema “Kedaulatan Jasmani: melalui Revitalisasi Fondasi Motorik Anak Berbasis Budaya Lokal di Tengah Hegemoni Digital.”

Sementara itu, Prof. Ir. Nelfiyanti, S.T., M.Eng., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ergonomi dan Manufaktur dengan orasi ilmiah berjudul “Ergonomi Dalam Manufaktur Modern: Membangun Sistem Produksi Yang Manusiawi, Efisien Dan Berkelanjutan.”

Pengukuhan ini sekaligus memperkuat komitmen UMJ dalam pengembangan budaya akademik, riset inovatif, serta kontribusi keilmuan di tingkat nasional dan global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.