Judi Online hingga Tawuran, DPRD DKI Ingatkan Ancaman Sosial di Jakarta Kian Nyata
Dodi Hasanuddin May 12, 2026 08:20 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Maraknya kasus kriminalitas di Ibu Kota dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan operasi penindakan dan penangkapan pelaku.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Ade Suherman, menilai Jakarta membutuhkan pendekatan yang lebih menyentuh akar persoalan sosial, terutama di kalangan remaja dan keluarga.

Baca juga: Ikuti Bimtek DPRD DKI, Ade Suherman Soroti Pentingnya Transparansi Anggaran Daerah

Pernyataan itu disampaikan Ade menyusul sejumlah kasus yang mencuat dalam beberapa hari terakhir, mulai dari terbongkarnya jaringan judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, hingga upaya aparat menggagalkan aksi tawuran remaja di Jakarta Timur.

Menurut Ade, keberhasilan aparat dalam membongkar praktik judi online dan peredaran obat keras ilegal patut diapresiasi karena berdampak langsung terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami mendukung penuh langkah aparat dalam memberantas judi online dan peredaran obat ilegal yang merusak kesehatan masyarakat serta menghancurkan ketahanan ekonomi keluarga,” ujar Ade.

Sebagai anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta yang membidangi sektor perekonomian, ia menilai judi online kini telah berkembang menjadi ancaman serius bagi stabilitas rumah tangga warga perkotaan.

“Judi online hari ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman sosial dan ekonomi yang dampaknya langsung dirasakan keluarga,” katanya.

Baca juga: Ade Suherman Desak Pemerintah Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadan di DKI

Namun, perhatian Ade tidak hanya tertuju pada persoalan kriminal ekonomi. Ia juga menyoroti meningkatnya fenomena tawuran remaja yang kini disebut semakin dipengaruhi media sosial.

Menurutnya, pola tawuran saat ini berbeda dibanding sebelumnya. Provokasi melalui grup percakapan hingga siaran langsung di media sosial dinilai ikut memicu aksi kekerasan di kalangan anak muda.

“Fenomena tawuran hari ini tidak lagi konvensional. Banyak dipicu provokasi media sosial dan minimnya ruang aktivitas positif bagi remaja perkotaan,” ucapnya.
Ade menilai pendekatan represif semata tidak cukup untuk memutus rantai tawuran. 

Dia mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbanyak fasilitas olahraga, ruang kreativitas, hingga aktivitas komunitas yang dapat menjadi wadah positif bagi remaja.

Baca juga: Legislator DKI Jakarta Ade Suherman Desak Penanganan Preventif Tawuran Manggarai

Selain itu, pengawasan lingkungan berbasis RT/RW dan penguatan peran keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kenakalan remaja.

“Pencegahan tawuran harus dimulai dari penguatan ketahanan keluarga, pengawasan lingkungan, dan penyediaan ruang aktivitas positif bagi anak muda,” jelasnya.

Ade juga menyambut baik rotasi pejabat di lingkungan Polda Metro Jaya yang diharapkan mampu meningkatkan pelayanan publik sekaligus memperkuat pengamanan wilayah Jakarta.

Dia menegaskan keamanan ibu kota tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat.

“Keamanan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat,” tuturnya.

Ade menekankan, situasi Jakarta yang aman menjadi modal penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan kehidupan masyarakat yang produktif.

“Jakarta yang aman akan melahirkan lingkungan usaha yang sehat, masyarakat yang produktif, dan generasi muda yang lebih optimis terhadap masa depan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.