9 Kios Semi Permanen di Pasar Agro Enrekang Terbakar, Kerugian Rp450 Juta
Ansar May 13, 2026 01:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Kebakaran hebat melanda Pasar Agro Sumillan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Akibatnya, sembilan kios semi permanen milik pedagang hangus terbakar.

Kebakaran terjadi di Pasar Agro di Dusun Bossok, Desa Sumillan, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, sekitar pukul 01.40 Wita, Rabu (13/5/2026).

Jarak antara Pasar Agor Sumillan dari pusat kota Enrekang berkisar antara 30 kilometer (Km), dengan waktu tempyh sekira 1 jam berkendara.

Camat Alla, Abdul Salam mengatakan, api pertama kali diketahui seorang warga bernama Samliana (30) yang melihat kobaran api sudah membesar di bagian atap salah satu kios.

Kata dia, kobaran api cepat menyebar dan membakar kios lainnya yang berada di area tersebut.

"Api awalnya terlihat dari atap kios yang kosong, kemudian dengan cepat membesar karena bangunan sebagian besar terbuat dari kayu dan jarak antar kios itu berdekatan," katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (13/5/2026).

Salam mengungkapkan, warga yang terbangun dari tidur langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Menurutnya, baru sekira pukul 02.30 Wita dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi melakukan proses pemadaman.

"Api itu baru bisa padam jam 3 subuh," ungkapnya.

Salam mengutarakan, akibat peristiwa ini sebanyak 9 kios semi permanen milik pedagang hangus terbakar.

Total materi kerugian yang dialami mencapai Rp 450 juta.

"Sembilan kios semi permanen terbakar. Total kerugian Rp 450 juta," ucapnya.

Dia menambahkan,  penyebab kebakaran masih didalami pihak kepoisian.

Namun menurutnya, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. 

"Untuk penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari salah satu kios yang kosong. Tapi sementara na dalami polisi," jelasnya.

Seorang warga Alla, Nasrun mengatakan, kebakaran terjadi saat sejumlah warga sedang beristirahat.

Hal itu kata dia membuat api terlambat ditangani.

"Semua orang tidur karena memang kebakarannya jam 2. Kita (warga) baru tahu ada kebakaran pas ada orang teriak-teriak," tandasnya.(*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.