Jemaah Haji Dapat Menggunakan Layanan Digital untuk Keperluan Akomodasi hingga Kondisi Darurat
Wahyu Widiyantoro May 13, 2026 02:06 PM

TRIBUNLOMBOK.COM — Jemaah haji Indonesia kini berada di Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tahun ini menghadirkan platform Kawal Haji untuk pelaporan dan komunikasi lapangan, serta Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali terintegrasi yang memantau seluruh aspek layanan secara real-time.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menegaskan transformasi digital ini hadir untuk memastikan setiap laporan dan kendala jemaah dapat ditangani lebih cepat dan terukur.

"Melalui Kawal Haji, setiap laporan yang masuk dapat dipantau, diteruskan, dan ditindaklanjuti lebih cepat sesuai kewenangan petugas di lapangan. Ini adalah bentuk komitmen kami agar setiap suara jemaah dapat segera ditangani," ujar Maria dalam keterangan resmi di Media Center Haji Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Panduan lengkap pemanfaatan layanan digital haji 2026 untuk keluarga yang memantau dari Indonesia.

Baca juga: Konsumsi Jemaah di Fase Puncak Haji, Makanan dan Bekal Selama di Arafah, Muzdalifah, Mina

Kawal Haji adalah platform digital resmi Kemenhaj yang berfungsi sebagai saluran pelaporan, penyampaian informasi, dan penanganan kendala layanan selama penyelenggaraan ibadah haji.

Platform ini dapat digunakan oleh dua pihak: jemaah haji yang sedang berada di Arab Saudi, dan petugas haji di lapangan. 

Keduanya dapat menyampaikan laporan, meminta bantuan, atau meneruskan informasi terkait kendala yang ditemui dan seluruh laporan yang masuk akan dipantau serta ditindaklanjuti oleh petugas yang berwenang.

Keluarga di Tanah Air dapat tetap terhubung dan memantau kondisi jemaah dengan simpan nomor ketua kloter. 

Ketua kloter adalah titik kontak paling langsung antara keluarga di Indonesia dengan jemaah di lapangan. 

Nomor ini dapat diperoleh saat pelepasan jemaah di embarkasi.

Cara lainnya melalui informasi resmi melalui kanal Kemenhaj. 

Gunakan jalur pengaduan resmi jika tidak ada kabar. 

Jika keluarga tidak dapat dihubungi dalam waktu yang mengkhawatirkan, pengaduan dapat disampaikan melalui laman resmi Kemenhaj atau menghubungi kantor Kemenag kabupaten/kota setempat yang memiliki jalur koordinasi dengan PPIH Arab Saudi.

Update Operasional

Memasuki hari ke-22 operasional haji 1447 H, per Selasa (12/5/2026), posisi jemaah haji Indonesia adalah sebagai berikut:

359 kloter dengan 138.879 jemaah dan 1.433 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Arab Saudi

273 kloter dengan 105.360 jemaah dan 1.092 petugas telah tiba di Makkah setelah bergerak dari Madinah

84 kloter dengan 32.009 jemaah dan 337 petugas telah tiba melalui King Abdulaziz International Airport Jeddah dalam gelombang kedua

6.018 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi

Menjelang fase puncak haji, Maria mengingatkan seluruh jemaah untuk mengutamakan ibadah wajib, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, dan segera melapor jika mengalami kendala layanan.

"Fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual," tegasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.