Banjir di Depan Kampus UPI YPTK Padang Surut, Arus Lalu Lintas Kembali Lancar Malam Ini
Rahmadi May 13, 2026 08:27 PM


TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Banjir di depan Kampus UPI YPTK Padang mulai surut total pada Rabu (13/5/2026) petang.

Genangan air yang sebelumnya menutupi badan jalan di kawasan Lubuk Begalung kini sudah mengalir habis ke arah selokan.

Pantauan Jurnalis TribunPadang.com, Muhammad Iqbal di lapangan sekira pukul 18.23 WIB, banjir mulai surut usai mengalir ke selokan di pinggir jalan.

Sebelumnya, banjir terpantau menggenang di badan jalan pukul 17.00 WIB, hingga pukul 18.23 WIB sudah surut.

Banjir juga sempat menghambat akses lalu lintas, karena arus cukup deras dan ketinggiannya mencapai 5 sentimeter.

Baca juga: Ekonom Unand Ingatkan Dampak Rupiah Melemah bagi Sumbar, Harga Barang dan Biaya Produksi Bisa Naik

Usai surut, arus lalu lintas juga sudah mulai lancar kembali dan tidak terjadi kemacetan di ruas jalan Lubuk Begalung tersebut.

Sementara, lampu-lampu pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan juga sudah menyala, pertanda malam sudah mulai datang.

Hujan juga tampak sudah reda, usai berlangsung hampir tiga jam sejak pukul 14.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Pedagang salad dan jamu, Alif mengatakan banjir sudah mulai surut, biasanya memang berlangsung sekitar satu jam pasca menggenang.

"Sekarang sudah berangsur surut, paling lama satu jam lebih. Baru normal kembali," kata dia di lokasi.

Ia menjelaskan, lokasi jalan di lapaknya juga sedikit rendah, sehingga hujan lebat sering menggenang.

"Ditambah di dekat sini, ada aliran air dari sawah warga, kalau hujan lebat meluap, selokan di sini juga penuh, makanya menggenang ke badan jalan," tambahnya.

Baca juga: Sungai Batang Aia Dingin Padang Meluap, Warga Lubuk Minturun Cemas Trauma Galodo

Tertunda Buka Lapak

Sejumlah pedagang kaki lima di depan Kampus UPI, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang harus terlambat membuka lapak akibat hujan dan banjir menggenangi badan jalan, Rabu (13/5/2026).

Diketahui, hujan lebat sudah mengguyur Kota Padang sejak Rabu siang, sekira pukul 14.30 WIB hingga 17.00 WIB.

Akibatnya air meluap dan menggenangi badan jalan, sehingga banyak pedagang mengalami keterlambatan membuka lapak.

Pada hari biasa, rata-rata pedagang mengaku sudah membuka lapak pada pukul 15.00 WIB, akan tetapi karena hujan dan banjir mereka baru memulai jam 17.00 WIB.

Salah satu pedagang yang akrab disapa Ir mengatakan ia mengalami keterlambatan membuka lapak jualannya hampir 30 menit lebih.

Baca juga: Sungai Batang Aia Dingin Padang Meluap, Warga Lubuk Minturun Cemas Trauma Galodo

Kata dia, hujan lebat yang mengguyur Kota Padang menjadi kendala saat hendak berjualan. Terlebih air menggenang di lokasi lapak yang akan ia buka.

"Sudah terlambat buka, ini sudah pukul 17.00 baru buka lapak, biasanya sekitar jam 16.00 WIB sudah buka," ujarnya saat ditemui TribunPadang.com di lokasi.

Ia menjelaskan, pada umumnya jika hujan lebat, memang sering terjadi banjir di depan lapaknya.

Akan tetapi, biasanya banjir tidak berlangsung lama, karena air terus mengalir ke solokan di pinggir jalan.

"Biasanya satu jam sudah surut, memang kalau hujan lebat sering banjir di jalan. Tapi, lapak saya tidak terkena, karena posisinya sedikit tinggi," pungkasnya.

Senada, pedagang salad bernama Alif mengatakan hujan sudah terjadi sekira pukul 14.30 WIB.

Baca juga: Hujan Lebat Guyur Kota Padang, Banjir Rendam Jalan Lubuk Begalung hingga Arus Lalu Lintas Tersendat

Hujan berlangsung cukup lama, dan air sudah menggenang di badan jalan di depan lapaknya, tepat di samping Budiman Swalayan Lubuk Begalung.

"Kalau hujan sejak pukul 14.30 WIB tadi, tapi saya sudah buka jam 15.20 , cuma terlambat beberapa menit," kata dia.

Namun ujar Alif, banjir di badan jalan tidak mengenai lapaknya secara langsung, hanya cipratan dari kendaraan saat melintas.

Hanya saja, kendala saat banjir, sulit menyebarang karena ketinggiannya cukup lumayan, sekitar 5 sentimeter.

"Ketinggiannya sekitar 5 sentimeter, kalau menyeberang susah, lapak saya kadang juga terkena cipratan air saat kendaran lewat, karena posisinya cukup dekat," sebutnya.

"Selain itu, penjualan menurun kalau hujan dan banjir ini, banyak pembeli yang keluar untuk berbelanja," tambahnya.

Baca juga: Direktur UT Padang Ungkap Skill Paling Dicari Perusahaan 2026, Mahasiswa Wajib Punya Literasi AI

BANJIR PADANG - Banjir merendam Jalan Raya Lubuk Begalung di depan Kampus UPI YPTK Padang, Rabu (13/5/2026). Akibat genangan air tersebut, kemacetan panjang terjadi saat jam pulang kerja dan sejumlah sepeda motor pengendara mengalami mogok.
BANJIR PADANG - Banjir merendam Jalan Raya Lubuk Begalung di depan Kampus UPI YPTK Padang, Rabu (13/5/2026). Akibat genangan air tersebut, kemacetan panjang terjadi saat jam pulang kerja dan sejumlah sepeda motor pengendara mengalami mogok. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Banjir Bikin Macet Parah

Banjir rendam jalan depan Kampus UPI YPTK Padang, tepatnya di Jalan Raya Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Rabu (13/5/2026) sore.

Genangan air ini memicu kemacetan parah yang mengular panjang di kawasan tersebut, bertepatan dengan momen jam pulang kerja.

Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular dan bergerak lambat saat melintasi lokasi banjir.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, kemacetan terjadi sejak pukul 17.00 WIB hingga 17.35 WIB. Hingga sore hari, genangan air di badan jalan juga belum surut.

Banjir yang merendam jalan membuat banyak pengendara memilih memperlambat laju kendaraan saat melintas.

Baca juga: Hujan Lebat Guyur Kota Padang, Banjir Rendam Jalan Lubuk Begalung hingga Arus Lalu Lintas Tersendat

Kondisi ini diperparah dengan tingginya volume kendaraan pada jam sibuk sore hari.

Sejumlah pengendara motor bahkan mengalami mogok saat menerobos genangan air.

Seorang pedagang di sekitar lokasi, Yurnaini, mengatakan banjir mulai terjadi sejak pukul 15.20 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Air mulai naik sekitar pukul 15.20 WIB. Banyak motor pengendara yang mati karena nekat lewat banjir,” ujarnya di lokasi.

Menurutnya, genangan air cukup tinggi sehingga membuat kendaraan kesulitan melintas.

Baca juga: Kasus Bayi Alceo, Dinkes Sumbar Sebut RSUP M Djamil Belum Penuhi Panggilan

Warga lainnya, Andika, mengaku sepeda motornya mogok setelah melintasi banjir di depan kampus tersebut.

“Motor saya mati karena businya basah kena air,” katanya.

Banjir Rendam Jalan di Lubeg

Banjir menggenangi badan jalan di depan Budiman Swalayan, Lubuk Begalung, Kota Padang, Rabu (13/5/2026) sore.

Banjir terjadi usai hujan lebat yang mengguyur Kota Padang sejak pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Pantauan Jurnalis TribunPadang.com di lokasi sekira pukul 17.02 WIB, Arus air yang menggenang cukup deras dan terlihat keruh dengan warna kecoklatan. 

Namun aliran air ini mengarah ke selokan-selokan yang ada di pinggir jalan. Hanya saja, debit air di selokan juga penuh, sehingga air mengalir di sepanjang badan jalan.

Arus lalu lintas juga tampak tersendat akibat air yang menggenangi badan jalan di ruas jalan Lubuk Begalung ini.

Baca juga: Direktur UT Padang Ungkap Skill Paling Dicari Perusahaan 2026, Mahasiswa Wajib Punya Literasi AI

Untuk ketinggian air, terpantau hanya sekitar 3 sampai 5 sentimeter. Meski begitu, hampir keseluruhan badan jalan di depan Budiman Swalayan Lubuk Begalung tergenang.

Sejumlah pengendara yang melintas juga terlihat memperlambat laju kendaraan mereka. Sebab, apabila kendaraan melaju kencang, cipratan air bisa mengenai pengendara lain atau pedagang di pinggir jalan.

Di sisi pedagang, air tidak sampai ke lapak mereka. Hal ini dikarenakan, posisi lapak berdiri berada di lokasi cukup tinggi.

Sedangkan air hanya menggenangi badan jalan. Air juga tidak sampai ke trotoar di pinggir jalan.

Namun, hujan dengan intensitas ringan masih berlangsung hingga pukul 17.17 WIB di Lubuk Begalung, Kota Padang. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.