TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Akses lalu lintas di kawasan Jalan Arai Pinang, Kelurahan Batung Taba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, dilaporkan tersendat akibat genangan banjir pada Rabu (13/5/2026) sore hingga malam.
Berdasarkan pantauan Reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi sekitar pukul 18.46 WIB, genangan air masih menutupi badan jalan, terutama di titik-titik krusial yang menjadi akses utama warga.
Kondisi ini membuat para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, harus ekstra waspada saat melintasi jalur tersebut karena tingginya permukaan air.
Salah seorang pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut, Dendi, mengungkapkan bahwa titik banjir tidak hanya terpusat di satu lokasi saja.
Menurut penuturannya, terdapat setidaknya tiga titik genangan air yang cukup dalam jika pengendara hendak menuju ke arah Kompleks Arai Pinang.
Baca juga: Pedagang Depan Kampus UPI Lubuk Begalung Terpaksa Lambat Buka Lapak, Hujan Lebat Guyur Padang
"Kalau kita menuju arah kompleks, itu ada tiga titik banjir yang cukup mengganggu," ujar Dendi.
Dendi merinci, titik pertama berada tepat di simpang Jalan Arai Pinang yang menjadi pintu masuk utama dari jalan besar.
Selanjutnya, titik banjir kedua terpantau berada di area dekat jembatan Arai Pinang, di mana debit air biasanya lebih cepat naik.
"Kemudian tak jauh sebelum memasuki kompleks Arai Pinang, jalanan juga kembali tergenang banjir yang cukup luas," tambahnya.
Mengenai ketinggian air, Dendi menyebutkan bahwa kedalamannya cukup bervariasi tergantung pada kontur permukaan jalan yang dilalui.
Baca juga: Sungai Batang Aia Dingin Padang Meluap, Warga Lubuk Minturun Cemas Trauma Galodo
Ada titik yang genangan airnya hanya setinggi mata kaki, namun di beberapa lokasi lain, air naik hingga setinggi betis orang dewasa.
Kondisi ini praktis membuat kendaraan bermesin rendah mengalami kesulitan untuk melintas tanpa risiko kerusakan.
Bahkan, terpantau beberapa pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok akibat kemasukan air pada bagian mesin.
"Akses lalu lintas cukup tersendat karena banyak kendaraan yang melambat, dan ada juga yang harus didorong karena mati total," ungkapnya lagi.
Sementara itu, Lusi, salah seorang warga sekitar, menyebutkan bahwa air mulai naik dan menggenangi jalan sejak sore hari.
Baca juga: Banjir Rendam Jalan Depan Kampus UPI YPTK Padang, Macet Parah Mengular Saat Jam Pulang Kerja
Ia memperkirakan air mulai menutupi badan jalan sekitar pukul 17.00 WIB, bertepatan dengan jam pulang kerja yang padat.
"Banjir terjadi sekitar jam 5 sore tadi, dan sejak saat itu akses jalan langsung tersendat karena airnya cukup tinggi," pungkas Lusi. (*)