Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Personel Brimob Polda NTT mengevakuasi warga yang bukan penduduk Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, pasca konflik, Rabu 13 Mei 2026.
Proses evakuasi dikawal sejumlah personel Brimob Polda NTT. Pasalnya rumah tersebut mengalami kerusakan pada bagian kaca saat insiden beberapa waktu lalu. Barang-barang dan penghuni rumah kemudian dievakuasi ke tempat yang aman.
Idris, pemilik rumah menjelaskan, pihaknya tidak terlibat konflik tersebut, sebagai orang yang mencari hidup di Pulau Adonara, ia hanya menginginkan keamanan dan kenyamanan.
Selain itu, Idris tak punya keluarga di Pulau Adonara. Ia merupakan pria asal Banglades yang mencari hidup di Pulau Adonara.
"Saya tidak ada urusan sangkut paut dengan perang, tidak ada urusan dengan saya sama sekali, saya orang luar, saya minta aman, karena saya cari makan sini, saya keluarga disini tidak ada," ujarnya.
Untuk mengamankan diri, karena tidak terlibat dalam konflik itu, ia lalu meminta bantuan personel Brimob Polda NTT melakukan pengawalan guna untuk mengevakuasi barang-barang yang masih tersimpan di dalam rumah.
Baca juga: Konflik di Adonara Flotim, Cerminan Lemahnya Peran Negara dan Kuatnya Ikatan Adat
"Waktu kejadian saya duduk di teras rumah, saya tidak tau apa-apa, habis keajaiban, orang suruh saya keluar dari rumah, jadi saya keluar dari situ, sampai sekarang saya belum pernah kesana, sehingga saya kesana bawa aparat, bawa barang ke rumah lain," jelasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada personel Brimob Polda NTT yang sudah membantu dan mengawal proses evakuasi perlengkapan rumah mereka.
Ia mengaku tidak ada rasa ketakutan, namun pihaknya berada di posisi netral dan tidak memihak kepada siapapun, Ia hanya perantau yang mencari hidup di Pulau Adonara.
"Saya tidak takut karena saya netral, kalau apa yang jadi itu dari Tuhan, saya tidak pilih pihak mana-mana, saya tidak takut, kalau ada apa-apa, itu kehendak Tuhan, "jelasnya.
Rumah Idris mengalami kerusakan pada bagian kaca depan, kaca kedua jendala pecah saat insiden itu.
Hingga saat ini, pengamanan diperketat yang dilakukan dengan melibatkan sebanyak 157 personel gabungan yang terdiri dari BKO Brimob Ende, BKO Brimob Kupang, BKO Jibom Brimob, personel Polres Flores Timur, serta personel polsek jajaran dan ditambah personel dari Koramil 1624-02 Adonara. (awk)