Seminar HGI di Padang Soroti Bahaya Aktivitas Digital Manipulatif
Rahmadi May 13, 2026 10:47 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Maraknya aktivitas digital di Indonesia memunculkan tantangan baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi kelompok paling aktif menggunakan platform online dalam kehidupan sehari-hari.

Di balik pesatnya perkembangan teknologi dan layanan hiburan digital, muncul pula berbagai aktivitas digital manipulatif yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial maupun psikologis.

Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Higgs Games Island (HGI) bersama Polda Sumatera Barat yang menggelar seminar edukatif bertajuk “TERJEBAK DI BALIK LAYAR: PSIKOLOGI DAN DAMPAK SOSIAL AKTIVITAS DIGITAL BERISIKO BAGI GENERASI MUDA” di Ballroom Hotel Santika, Padang, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan diskusi mengenai pentingnya literasi digital, kesadaran hukum, serta kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan platform digital yang semakin cepat. Seminar tersebut juga dihadiri peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa Universitas Putra Indonesia Padang, Universitas Andalas, dan sejumlah institusi pendidikan lainnya di Sumatera Barat.

Dalam seminar itu, para narasumber menyoroti tingginya risiko aktivitas digital ilegal yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data PPATK, nilai transaksi aktivitas digital ilegal di Indonesia mengalami kenaikan signifikan selama tiga tahun terakhir. Bahkan pada 2024, nilainya disebut telah mencapai ratusan triliun rupiah.

Baca juga: Jalan Arai Pinang Padang Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Malam Ini, Genangan Air Mulai Surut

Tingginya penggunaan internet di kalangan masyarakat, budaya instan, hingga rendahnya kesadaran digital dinilai menjadi faktor yang membuat generasi muda rentan terpapar aktivitas digital yang merugikan. Tidak hanya berdampak secara ekonomi, aktivitas tersebut juga disebut dapat memengaruhi kondisi psikologis dan sosial masyarakat apabila tidak dibarengi pemahaman digital yang baik.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, KOMBES ANDRY KURNIAWAN, S.I.K., M.Hum., mengatakan bahwa penanganan aktivitas digital ilegal tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, diperlukan keterlibatan banyak pihak untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko di ruang digital.

“Pencegahan tidak bisa dilakukan aparat penegak hukum saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan pelaku industri digital,” ujar Andry.

Ia menilai langkah edukasi dan pendekatan preventif menjadi bagian penting dalam membantu generasi muda agar lebih bijak menghadapi perkembangan platform digital yang semakin kompleks.

Andry juga menegaskan bahwa penguatan literasi digital harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu memahami potensi risiko yang muncul di era digital. Menurutnya, kesadaran sejak dini menjadi salah satu kunci penting untuk mencegah dampak negatif penggunaan platform online secara berlebihan maupun tidak sehat.

Baca juga: Banjir di Depan Kampus UPI YPTK Padang Surut, Arus Lalu Lintas Kembali Lancar Malam Ini

Pandangan serupa disampaikan Ahli Hukum ITE, Ryan Abdisa Sukmadja, S.H., CEH. Ia menilai peningkatan literasi digital menjadi langkah utama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai bentuk aktivitas digital manipulatif.

Ryan mengatakan generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh sistem digital yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sosial.

“Literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan,” jelas Ryan.

Menurutnya, kemampuan memahami pola aktivitas digital dan dampaknya menjadi keterampilan penting di tengah tingginya interaksi masyarakat dengan platform online saat ini. Ia menilai generasi muda harus mampu memilah informasi, memahami risiko, dan menggunakan teknologi secara lebih bertanggung jawab.

Sementara itu, perwakilan Higgs Games Island (HGI), Ray, menyebut tantangan digital saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi semata. Ia menilai dibutuhkan penguatan edukasi serta kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan agar tercipta ruang digital yang lebih sehat.

Baca juga: Ekonom Unand Ingatkan Dampak Rupiah Melemah bagi Sumbar, Harga Barang dan Biaya Produksi Bisa Naik

Ray mengatakan perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran digital masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi pengguna paling aktif di ruang digital.

“Di era platform online saat ini, literasi digital bukan lagi sekadar tambahan pengetahuan, tetapi sudah menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki generasi muda,” kata Ray.

Ia menambahkan HGI bersama Polda Sumatera Barat ingin mendorong terbentuknya budaya digital yang lebih sehat sehingga generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara lebih positif dan produktif.

Melalui seminar tersebut, HGI dan Polda Sumbar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital semakin meningkat. Edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk membangun generasi muda yang lebih bijak, kritis, dan mampu menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang.(*)


 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.