TRIBUNJABAR.ID - Kota Bandung mendapat giliran menjadi tuan rumah Basketball Campus League Season 1.
Lokasi kompetisi basket kampus ini mengambil tempat di UPI Gymnasium, Bandung dan berlangsung pada 17-22 Mei 2026.
Sebanyak 13 kampus di Jawa Barat sudah memastikan diri untuk meramaikan persaingan Basketball Regional Bandung. Dua dari 13 kampus tersebut adalah Institut Teknologi Bogor dan Universitas Perjuangan Tasikmalaya (Unper).
Sebagaimana penyelenggaraan di dua dari tiga regional awal; Surabaya dan Yogyakarta, kategori putra akan memiliki empat grup penyisihan.
Sementara khusus di Regional Bandung, setiap grup putra hanya berisi tiga tim. Sedangkan di kategori putri, terdapat satu grup berisi empat tim dan satu grup lainnya dihuni tiga tim.
Dari 13 kampus tersebut, ada enam kampus yang menurunkan tim putra dan putri, termsuk tuan rumah Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI).
Baca juga: Resmi Meluncur, Campus League Hadirkan Sistem Baru Demi Masa Depan Atlet Mahasiswa Indonesia
Adapun Unper yang juga mengirim tim putra dan putri mengaku punya alasan khusus, yaitu memperkenalkan nama kampus.
“Alasan utama adalah promosi kampus. Kedua, kami ingin menambah jam terbang anak-anak karena basketball kami baru dibentuk sekitar tiga atau empat tahun,” kata pelatih Unper, Afgan Girang Gandana, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Ada Perempat Final di Kategori Putra
Seperti halnya di Regional Yogyakarta, Basketball Regional Bandung Kategori Putra juga akan melakoni fase perempat final sebelum menuju Regional Playoffs (semifinal) dan Regional Finals (final). Alasannya pun senada, yakni jumlah tim tidak mencapai 16 sehingga perlu menambah jumlah main hingga minimal tiga kali untuk sektor putra—bagi yang lolos.
Hanya dua tim teratas di setiap grup yang lolos ke perempat final. Di perempat final, delapan tim akan dipertemukan secara silang. Contohnya juara grup A akan bertemu runner-up Grup C dan seterusnya.
Skema silang juga akan terjadi di kategori putri, tapi mereka langsung bertemu di Regional Playoffs tanpa melewati fase perempat final. Jadi, juara Grup E akan bertemu dengan runner-up Grup F dan sebaliknya.
Sementara mereka yang lolos ke Regional Finals artinya sudah mengamankan tiket ke The Nationals di Jakarta pada awal Juni mendatang. Apapun hasil di partai puncak regional, dua finalis di kategori putra dan putri sudah pasti akan tampil di Jakarta.
Basketball Regional Bandung menjadi region ketiga yang pesertanya tidak sesuai target kuota, yakni 16 putra dan 8 putri. Dua regional awal yang pesertanya ganjil adalah Yogyakarta dan Samarinda. Bahkan di Samarinda hanya diikuti empat tim tanpa ada sektor putri.
CEO Campus League, Ryan Gozali, memaklumi hal itu lantaran ini masih Season 1. Menurutnya, membangun kultur kompetisi olahraga tidak bisa instan dan butuh waktu.
Baca juga: Ulah Bobotoh Berbuah Sanksi, AFC Denda Persib Rp3,5 Miliar dan Hukuman 2 Laga Tanpa Penonton
“Kompetisi basketball kami masih awal, baru Season 1. Jadi wajar kalau jumlah peserta belum memenuhi kuota karena banyak kampus juga belum memiliki tim sehingga mereka butuh waktu untuk membangun kulturnya. Apapun, kami tetap bersyukur Regional Bandung diikuti oleh 13 tim,” tutur Ryan.
Tentang Campus League
Campus League adalah platform kompetisi olahraga kampus pertama di Indonesia yang beroperasi sebagai ekosistem terstruktur, bukan sekadar event.
Mengusung visi jangka panjang dengan NCAA sebagai benchmark global, Campus League membangun liga olahraga antar kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertanding, berkolaborasi, dan berkembang dalam lingkungan yang kompetitif namun inklusif. (*)