Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Wajah sumringah tampak dari raut Rusdi Maedi saat berada di tengah rombongan jemaah calon haji Kloter 31 KJT Kabupaten Ciamis di Gedung K.H. Irfan Hielmy Islamic Center, Ciamis pada Kamis (14/5/2026).
Di usianya yang telah menginjak 96 tahun, langkahnya mungkin tak lagi secepat dulu, namun semangatnya menuju Tanah Suci terlihat begitu kuat.
Di antara ratusan calon jemaah haji yang bersiap berangkat, sosok Rusdi menjadi perhatian.
Bukan tanpa alasan, pria asal Dusun Mekarwangi, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis itu tercatat sebagai jemaah haji tertua asal Ciamis tahun ini.
Yang membuat kisahnya semakin menarik, Rusdi tetap berangkat tanpa menggunakan kursi roda.
Baca juga: Bupati Herdiat Titip Pesan Khusus untuk Jemaah Calon Haji Ciamis
Di usia yang hampir seabad, ia masih berusaha menjalani proses keberangkatan dengan keteguhan yang membuat banyak orang kagum.
Namun perjalanan Rusdi menuju Tanah Suci ternyata bukan kisah yang instan.
Di balik keberangkatannya tahun ini, tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi kesabaran, kerja keras, dan pengorbanan.
Sehari-hari Rusdi bekerja sebagai buruh tani. Dari pekerjaan sederhana itulah ia perlahan menabung demi satu impian besar yang telah lama tersimpan dalam hatinya yakni berangkat ke Baitullah.
"Saya mah buburuh tani juga (buruh tani) karena tidak punya sawahnya," ucapnya.
Sedikit demi sedikit penghasilannya disisihkan. Tidak sekaligus besar, tetapi dilakukan terus-menerus dengan penuh keyakinan.
"Ah kalau nabungnya mah berapa aja nggak banyak-banyak," katanya.
Bagi sebagian orang, menunaikan ibadah haji mungkin menjadi target beberapa tahun.
Namun bagi Rusdi, perjalanan menuju Tanah Suci membutuhkan waktu jauh lebih panjang.
Setelah mendaftarkan diri, ia harus menunggu antrean selama kurang lebih 12 tahun.
Waktu terus berjalan, tahun demi tahun berganti. Usia Rusdi terus bertambah, tetapi harapannya untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci tidak pernah surut.
Penantian panjang itu akhirnya terjawab tahun ini. Rusdi mengaku bahagia karena impian yang telah lama diperjuangkan akhirnya bisa terwujud.
"Nya abdi mah bungah (ya saya bahagia) bisa berangkat ke Mekkah," tambahnya.
Di tengah usianya yang tak lagi muda, kesempatan menjadi tamu Allah datang menghampirinya.
Sementara itu, Ketua PPIH Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Ujun, menyebut Rusdi merupakan jemaah tertua asal Ciamis pada musim haji tahun ini.
"Jemaah tertua berusia 96 tahun atas nama Rusdi asal Sukamantri dan tetap berangkat tanpa menggunakan kursi roda," ujarnya saat pelepasan jemaah.
Menurut Saeful, Kloter 31 Kabupaten Ciamis memberangkatkan 411 jemaah ditambah enam petugas, sehingga total rombongan mencapai 417 orang.
Di tengah lautan manusia yang bersiap menempuh perjalanan spiritual ke Tanah Suci, kisah Rusdi seperti menghadirkan pengingat sederhana: mimpi tidak mengenal usia.
Kisahnya bukan sekadar tentang seorang pria lanjut usia yang berangkat haji.
Lebih dari itu, ada pelajaran tentang kesabaran, perjuangan, dan keyakinan bahwa jalan menuju cita-cita terkadang membutuhkan waktu yang sangat panjang.
Dari wilayah utara Ciamis, seorang buruh tani membuktikan bahwa langkah kecil yang dilakukan terus-menerus bisa mengantarkan seseorang menuju impian terbesar dalam hidupnya.
Dan tahun ini, di usia 96 tahun, Rusdi akhirnya berangkat memenuhi panggilan itu. Menuju Tanah Suci. Menuju impian yang ditunggu selama belasan tahun.(*)