TRIBUNNEWSMAKER.COM - Aktor Ammar Zoni akhirnya buka suara mengenai kondisi yang dialaminya selama menjalani masa tahanan di Lapas Nusakambangan.
Dalam pernyataannya lewat sang adik Aditya Zoni, Ammar Zoni mengaku mengalami tekanan mental yang cukup berat akibat situasi di dalam penjara yang disebut sangat membatasi aktivitasnya sehari-hari.
Ammar Zoni mengungkapkan bahwa dirinya sangat jarang diizinkan keluar ruangan sehingga harus lebih banyak menghabiskan waktu di dalam sel tahanan.
Kondisi tersebut membuat Ammar merasa tertekan karena minim berinteraksi dengan dunia luar dan sangat jarang melihat sinar matahari secara langsung.
Tak hanya itu, ia juga mengaku mulai merasakan dampak fisik akibat terlalu lama berada di ruang tertutup dengan aktivitas yang terbatas.
Pengakuan Ammar Zoni ini sontak menyita perhatian publik karena untuk pertama kalinya ia menceritakan langsung kehidupan yang dijalaninya di Nusakambangan.
Banyak pihak menilai kondisi mental para narapidana memang menjadi tantangan serius, terutama bagi mereka yang harus menjalani hukuman dalam pengawasan ketat.
Di tengah keterbatasan tersebut, Ammar disebut berusaha tetap bertahan dan menjalani hari-harinya meski tekanan psikologis terus menghantui.
Pernyataan mengejutkan Ammar Zoni dari balik Nusakambangan itu kini ramai diperbincangkan publik dan memicu beragam reaksi di media sosial.
Seperti diketahui, Aditya Zoni mengungkap trauma yang dialami kakaknya, Ammar Zoni, selama berada di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Menurut Aditya, Ammar mengeluhkan kondisi tidur yang tidak nyaman hingga merasa khawatir mengalami gangguan fisik.
“Dia cerita semuanya tentang bagaimana di sana. Tidurnya enggak nyaman, kakinya ditekuk. Dia bilang, ‘Bisa lumpuh gue lama-lama di sini’,” kata Aditya Zoni saat ditemui di daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Selain itu, Ammar disebut mengalami tekanan mental karena sangat jarang diperbolehkan keluar ruangan untuk menghirup udara segar atau terkena sinar matahari.
Bahkan, menurut Aditya, Ammar hanya bisa melihat matahari dua kali dalam seminggu.
“Keluar untuk lihat matahari saja cuma dua kali dalam satu minggu. Jadi dia merasa sangat tersiksa di situ dan trauma untuk kembali ke sana,” ungkap Aditya.
Aditya mengatakan dirinya melihat ketakutan besar dari sang kakak terkait pemindahan kembali ke Nusakambangan.
“Dia hanya pemakai, bukan pengedar. Saya lihat dari matanya, dia benar-benar takut dipindahkan lagi ke NK,” ujar Aditya.
Meski demikian, Aditya dan keluarga mengaku terus berupaya mencari jalan terbaik untuk Ammar.
“Saya yakin Bang Ammar ini cuma pemakai, bukan pengedar. Itu yang sekarang terus kami upayakan. Mudah-mudahan asesmennya cepat turun,” tutur Aditya.
Saat ini, Ammar Zoni diketahui telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah dengan status narapidana risiko tinggi atau high risk.
(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)