TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Menjelang Iduladha 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magelang mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah pasar hewan, tempat penampungan ternak, hingga lapak penjualan di pinggir jalan.
Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) yang masih menjadi perhatian.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet), drh Ichtiaryoko, mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan sebenarnya rutin dilakukan di pasar hewan, seperti Pasar Hewan Grabag dan Muntilan.
Namun menjelang Iduladha, pengawasan dilakukan lebih intensif karena meningkatnya lalu lintas ternak dari berbagai daerah.
“Menjelang Iduladha ini memang lebih intens. Pemeriksaan dilakukan di pasar hewan maupun lapak-lapak penjualan di pinggir jalan, biasanya mulai H-7 sampai mendekati hari pelaksanaan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan difokuskan pada tanda-tanda klinis PMK dan LSD, mulai dari kondisi fisik hewan, kesehatan mulut dan kuku, hingga kondisi kulit dan bulu ternak.
“Kalau bulunya kusam atau ada tanda-tanda penyakit, langsung kita cek. Selain itu juga dilihat poel dan umur hewan. Kalau memang diperkirakan belum cukup umur, kita sarankan untuk tidak dijadikan hewan kurban,” katanya.
Menurut Ichtiaryoko, tingginya arus masuk ternak dari luar daerah seperti Jawa Timur, Boyolali, hingga Gunungkidul membuat kewaspadaan harus ditingkatkan.
Baca juga: Pemkab Magelang Benahi Data Kependudukan, Bidik Pengentasan Kemiskinan Lebih Akurat
Pedagang yang membawa ternak dari luar daerah juga diminta melakukan karantina mandiri sebelum hewan dijual.
“Pedagang yang membawa ternak dari luar daerah disarankan mengarantina hewan terlebih dahulu sekitar dua minggu untuk memastikan kondisi kesehatannya,” jelasnya.
Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik, mulai dari pasar hewan, lokasi penampungan pedagang, hingga lapak penjualan yang mulai bermunculan di tepi jalan menjelang Iduladha.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kondisi ternak di Kabupaten Magelang dinilai cukup baik.
“Alhamdulillah rata-rata sehat-sehat dan jarang ditemukan gejala penyakit seperti PMK maupun LSD,” ungkapnya.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, pihaknya menerjunkan sekitar 10 tenaga medis veteriner yang dibagi ke sejumlah wilayah, termasuk Grabag, Muntilan, serta lokasi penjualan hewan kurban lainnya.
Sementara itu, seorang warga asal Candimulyo, Suroso (75), mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan rutin dari petugas dinas di pasar hewan.
“Senang diperiksa, apalagi gratis. Jadi tahu hewan itu sehat atau tidak, bunting atau tidak. Kalau hewannya sehat kan harganya juga bisa naik,” katanya.
Ia menilai pemeriksaan rutin tersebut penting untuk mengantisipasi penyakit sekaligus memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pembeli hewan kurban menjelang Iduladha. (*)