Mayat Perempuan di Kamar Kos Jl Tidung Mariolo Makassar Diautopsi
Saldy Irawan May 14, 2026 08:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang wanita berinisial KS (24) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Jl Tidung Mariolo, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kematian perempuan asal Toraja Utara yang masih berstatus mahasiswi di kartu identitasnya itu, diduga janggal.

Kedokteran Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel pun mengautopsi jenazah almarhum untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.

"Jadi sampai detik ini belum melapor dari pihak korban, jadi sementara proses autopsi ini," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/5/2026)

Ismail mengaku, pihaknya saat ini belum dapat menarik kesimpulan atas meninggalnya KS.

Sebab, proses otopsi kata dia masih berlangsung dan hasilnya belum keluar.

"Kita belum bisa menduga apakah kekerasan ataukah bunuh diri atau apa, nanti sambil menunggu hasil autopsinya," ujarnya.

Dugaan kematian tidak wajar muncul setelah ditemukan adanya bantal di atas kepala almarhum.

KS pertama kali ditemukan meninggal dunia, oleh tetangga kosnya, Rabu (13/5/2026) kemarin.

"Iya betul, jadi bantal ada di atas kepala, jadi menurut saksi sudah tiga hari, sudah berbau," sebutnya.

Saat itu, tetangga kos sedang menyapu di depan kamar korban dan mencium bau tidak sedap berasal dari dalam kamar kos tersebut. 

Saksi, kata Ismail, kemudian mencoba mengetuk pintu kamar korban namun tidak mendapatkan jawaban.

"Jadi ada laki-laki menyapu di depan kamarnya dia merasakan bau yang tidak sedap, sehingga dia gedor-gedor pintu tidak dibuka," imbuhnya.

Karena merasa curiga, saksi mengambil tangga untuk melihat kondisi di dalam kamar korban dari bagian atas bangunan kos tersebut.

"Akhirnya dia ambil tangga. Dia panjat, ternyata sudah meninggal, langsung saksi melaporkan ke pak RT. Sehingga menyampaikan ke Polsek," ucapnya.

Warga bersama ketua RT kemudian melaporkan penemuan mayat tersebut kepada pihak kepolisian. 

Petugas Polsek Rappocini langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Makassar guna menjalani proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian perempuan muda tersebut.

Hal senada diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Ali Jaras.

"Untuk saat kami belum bisa (menyimpulkan) apakah ini mengarah ke kekerasan atau tidak karena masih menunggu hasil pemeriksaan," tuturnya.

Proses otopsi jenazah almarhum juga dibenarkan Kepala Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Ipda Sultan. "(Iya) Diotopsi," singkatnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.