Program Banyuwangi Hijau Jangkau 23.410 Rumah Tangga, Kelola 14 Ribu Ton Sampah
Haorrahman May 14, 2026 09:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Program Banyuwangi Hijau terus menunjukkan perkembangan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan kawasan. Hingga Mei 2026, program tersebut telah menjangkau 23.410 rumah tangga di 73 desa di Banyuwangi.

Program yang mulai dijalankan sejak 2023 itu mengusung konsep pengelolaan sampah ramah lingkungan melalui sistem sirkular. Salah satu implementasinya dilakukan dengan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, cakupan layanan Program Banyuwangi Hijau saat ini telah melayani sekitar 500 ribu jiwa penduduk.

TPS 3R Balak di Kecamatan Songgon menjadi salah satu pusat pengolahan sampah dalam program tersebut. Sejak awal operasional, fasilitas itu telah menerima lebih dari 14.145 ton sampah dengan dukungan 91 tenaga kerja.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 652 ton merupakan sampah anorganik dan 455 ton sampah organik yang berhasil dikelola.

Baca juga: Bertemu Nelayan di Banyuwangi, Menko Zulhas Upayakan Kepastian Harga Ikan

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Capaian tersebut menunjukkan terus meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber serta penguatan sistem layanan persampahan terpadu di tingkat desa dan kawasan,” kata Ipuk, Kamis (14/5/2026).

Ipuk menegaskan pemerintah daerah terus mendorong desa untuk aktif mendukung program tersebut. Sampah rumah tangga yang sebelumnya dibakar atau dibuang ke sungai kini mulai dikumpulkan, dipilah, dan diangkut ke TPS 3R oleh petugas.

Baca juga: 12 Lagu Osing Banyuwangi Resmi Kantongi Kekayaan Intelektual Komunal

“Terima kasih untuk dukungan warga atas program ini. Ini akan mengurangi volume sampah di TPA sekaligus mengurangi sampah laut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, menyebut keberhasilan Program Banyuwangi Hijau tidak lepas dari keterlibatan pemerintah desa.

Sebanyak 73 desa telah menjalin kerja sama melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dan membentuk lembaga operator desa untuk mendukung layanan persampahan.

Baca juga: Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Sabu ke Bali, Kurir Hanya Dijanjikan Rp 15 Juta

“Desa-desa tersebut juga menganggarkan Alokasi Dana Desa Khusus (ADDK) untuk kegiatan persampahan desa periode 2023–2026 total mencapai sebesar Rp 3,97 miliar,” ujar Yani, sapaan akrab Dwi Handayani.

Menurut Yani, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi faktor penting keberhasilan program. Hingga saat ini, kegiatan edukasi dan pemicuan pengelolaan sampah telah diikuti 46.555 orang.

Selain edukasi masyarakat, Tim Banyuwangi Hijau juga menggelar pelatihan fasilitator, edukator desa, pegiat perubahan perilaku, hingga kampanye komunitas untuk memperkuat kesadaran pengelolaan sampah.

Pada 2026, Program Banyuwangi Hijau menargetkan perluasan layanan hingga menjangkau 885 ribu jiwa dengan total 116 desa terlayani.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.