TRIBUNKALTIM.CO - Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) hingga kini masih terus menjadi sorotan publik setelah terjadi polemik penilaian.
Peserta yang menjawab pertanyaan dengan benar justru dinyatakan salah oleh dewan juri, sementara poin diberikan kepada regu lawan yang memberikan jawaban yang sama.
Peristiwa ini memicu kontroversi karena dianggap merusak kredibilitas lomba.
Baca juga: SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar MPR, Bantah Curang dan Minta Rehabilitasi Nama Sekolah
Empat Pilar MPR RI sendiri merujuk pada empat dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Lantas apakah benarkah ada kesalahan signifikan dari kasus ini yang dilakukan dewan juri?
Menurut Pengamat Pendidikan Totok Amien, ada kesalahan signifikan yang dilakukan juri pada pertandingan adu kecerdasan tersebut, yakni menghilangkan esensi kredibilitas dalam lomba.
"Lomba cerdas cermat ini kehilangan kredibilitasnya akibat arogansi juri dan penyelenggaranya. Kenapa juri tidak menyimak dengan baik jawaban peserta lomba?" kata Totok kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2026).
Menurut Totok, kalau peserta disalahkan karena pengucapan yang asing sehingga tidak tertangkap, itu bukan salah peserta.
Baca juga: 8 Poin Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas soal Polemik LCC 4 Pilar MPR yang Viral, Tolak Final Ulang
Tetapi juri yang kurang peka dengan perbedaan aksen atau cara pengucapan.
"Jangan menyalahkan berdalih "artikulasi", karena kalaupun peserta mengartikulasikan dengan baik tapi aksen yang berbeda, pasti juri tetap tidak menangkapnya," ujarnya.
"Ini menunjukkan sikap arogansi budaya dominan, sehingga menimbulkan kesan harus jelas seperti orang dari budaya atau suku tertentu," lanjut dia.
Totok menilai, kasus ini justru menampilkan ironi dari empat pilar kebangsaan yang mau ditonjolkan dan lomba ini menjadi etalase ketidakadilan dan ketidakpedulian atas perbedaan yang menjadi dasar dari persatuan Republik Indonesia.
Oleh karena itu, Totok menilai sudah seharusnya para dewan juri mengucapkan permintaan maaf atas semua hal yang terjadi Dalam perlombaan tersebut.
"Ya, minta maaf atas semua kesalahan yang terjadi," jelas Totok.
Baca juga: Sosok Indri Wahyuni Juri LCC 4 Pilar yang Viral soal Artikulasi, Kini Diduga Unggah Curhat di WA
Sementara itu, MPR RI menyatakan, dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat tidak perlu lagi menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada publik, terkait polemik penilaian final lomba tersebut.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan, permohonan maaf yang sebelumnya telah disampaikan pimpinan dan Sekretariat Jenderal MPR sudah mewakili seluruh unsur penyelenggara, termasuk para juri.
“Ya, di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Sekjen. Salah satu pimpinan kita juga sudah menyampaikan permohonan maaf. Jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang perorang,” kata Muzani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (*)