Hafizh Siswa SMP Islam Az Zahra Bandar Lampung Sabet Prestasi Kejurnas Akuatik Indonesia 2026
Robertus Didik Budiawan Cahyono May 17, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di usia yang baru menginjak 13 tahun, sederet prestasi telah di raih Muhammad Hafizh Kausar yang mampu berprestasi di bidang akademik dan non akademik.

Siswa SMP Islam Az Zahra Bandar Lampung ini sukses mencuri perhatian setelah tampil gemilang di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik Indonesia 2026.

Dalam kompetisi nasional yang berlangsung pada 28 April hingga 1 Mei 2026 tersebut, Hafizh berhasil membawa pulang  8 medali, terdiri dari 6 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. 

Tak hanya itu, ia juga dinobatkan sebagai Perenang Terbaik, sebuah pencapaian besar yang menjadi titik balik perjalanan kariernya.

“Alhamdulillah senang banget. Ini juara pertama saya di event kejurnas yang besar, dan bisa membawa gelar perenang terbaik untuk Lampung,” ujar Hafizh Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: 1.900 Peserta Ikuti Kejuaraan Renang Babinsa 21 Cup di Bandar Lampung

Bangkit Setelah Gagal di Kejurnas Pertama

Prestasi ini terasa semakin spesial karena pada tahun sebelumnya Hafizh juga mengikuti ajang tersebut namun belum berhasil membawa pulang medali. 

Namun kegagalan itu tidak membuatnya menyerah. Justru pengalaman tersebut menjadi motivasinya untuk berlatih lebih keras.

“Tahun lalu saya belum bisa membawa medali untuk Lampung. Jadi sekarang rasanya senang sekali akhirnya bisa juara,” katanya.

Perjuangan Hafizh menuju podium juara bukanlah hal mudah. Sebagai pelajar, ia harus membagi waktu antara sekolah, latihan renang, hingga mengikuti Olimpiade Matematika.

Setiap hari, Hafizh sudah memulai latihan renang sejak pukul 05.00 WIB sebelum berangkat sekolah. 

“Habis latihan langsung ke sekolah. Kadang ngantuk karena dari subuh sudah berenang, tapi saya berusaha tetap fokus dan mengikuti pelajaran dengan baik,” ujarnya.

Latihan Singkat, Hasil Maksimal

Menariknya, persiapan Hafizh menuju kejurnas terbilang cukup singkat. Ia hanya memiliki waktu latihan sekitar tiga hingga lima minggu karena jadwal latihan sempat terpotong bulan puasa.

Meski begitu, latihan yang dijalani sangat intens. Selain latihan renang di klub Raflesia, ia juga menjalani latihan fisik yang menguras tenaga.

“Sangat capek, tapi saya jalani dua-duanya dengan serius,” katanya.

Menurut Hafizh, nomor sprint seperti 50 meter gaya bebas dan 50 meter gaya punggung menjadi tantangan tersulit karena selisih waktunya sangat tipis.

“Di nomor sprint itu cuma beda 0,03 atau 0,08 detik dari lawan saya. Jadi paling deg-degan,” ungkapnya.

Bagi Hafizh, lawan terberat bukan hanya atlet lain, melainkan dirinya sendiri dan kecepatannya meraih waktu tercepat.

“Semua lawan berat. Tapi lawan terberat saya sebenarnya diri saya sendiri dan waktu,” tuturnya.

Mulai Renang Sejak Usia 4 Tahun

Perjalanan Hafizh di dunia renang dimulai sejak usia 4 tahun. Awalnya ia dilatih langsung oleh sang ayah, kemudian mengikuti jejak kakaknya yang juga seorang atlet.

“Saya lihat abang saya lomba renang seru, jadi ikut latihan juga,” katanya.

Saat mengikuti lomba pertamanya, Hafizh mengaku sempat ketakutan hingga tidak berani turun ke kolam.

“Waktu lomba pertama saya takut banget, sampai nge-freeze lihat peserta lain lompat ke kolam,” kenangnya sambil tertawa.

Namun perlahan rasa takut itu berubah menjadi semangat. Pada lomba berikutnya di Gubernur Cup, Hafizh berhasil meraih gelar perenang terbaik dan membawa pulang tiga medali emas.

Meski sudah bertahun-tahun menekuni renang, Hafizh mengaku belum menentukan gaya renang favoritnya.

“Kalau umur saya sekarang harus mencoba semua gaya dulu. Nanti baru cari spesialisasi,” jelasnya.

Tak Hanya Renang, Hafizh Juga Berprestasi di Bidang Akademik seperti Matematika dan juga sains.

Selain bersinar di kolam renang, Hafizh juga aktif mengikuti kompetisi akademik, khususnya bidang matematika. 

Ia mengaku menyukai matematika karena merasa tertantang untuk memecahkan soal-soal sulit.

“Seru aja mecah-mecahin soal. Saya suka coba-coba ikut olimpiade matematika,” ujarnya.

Di bidang akademik, Hafizh berhasil meraih medali perunggu pada ajang Big Bay Cup Heat Round 2025 serta mendapat mendali perunggu pada SEAMO (South East Asian Math Olympiad).

Deretan Prestasi Muhammad Hafizh Kautsar, sepanjang 2025 hingga 2026, Hafizh berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan, di antaranya:

  • Perenang terbaik dengan 11 medali emas pada BABINSA CUP RADIN INTAN 21 Bandar Lampung (19–21 Desember 2025)
  • 3 medali emas pada Pekan Olahraga Kota Bandar Lampung (27–28 Desember 2025)
  • Perenang terbaik dengan 11 medali emas pada Invitasi Renang Lampung (6–8 Februari 2026)
  • Perenang terbaik dengan 8 medali emas pada Kejuaraan Daerah Provinsi Lampung (11–12 April 2026)
  • Perenang terbaik dengan 7 emas dan 1 perak pada Lampung Student Olympiad (9–10 Mei 2026)
  • Medali emas Marines Aquathlon Pangkormar Cup 2025 kategori Kids A di Pantai Clakra Lampung (29 November 2025)

Support dan dukungan sekolah serta orang tua yang luar biasa, terhadap segala kebutuhan latihan, lomba serta kejuaraan membuat Hafidz semakin semangat untuk meraih mimpinya.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.