Kodam II/Sriwijaya Janji Transparan Ungkap Kasus Penembakan Prajurit TNI di Panhead Cafe Palembang
Odi Aria May 17, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Kodam II/Sriwijaya memastikan penanganan kasus penembakan anggota TNI AD di Panhead Cafe, Palembang, Sumatera Selatan, dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (16/5/2026) dini hari tersebut mengakibatkan seorang personel Denkesyah Palembang berinisial Pratu FAA meninggal dunia akibat luka tembak di bagian perut.

Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania mengatakan Pangdam II/Sriwijaya telah memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap fakta kejadian secara akurat.

Saat ini Denpom 2/IV Palembang masih melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari memintai keterangan saksi di lokasi kejadian, mendalami rekaman CCTV, melakukan autopsi jenazah, hingga mengumpulkan barang bukti.

Selain itu, pihak Denpom juga berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan untuk mendukung pengungkapan kasus secara objektif dan komprehensif.

Yordania menegaskan proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap berdasarkan fakta di lapangan.

“Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama,” katanya.

Sebelumnya, pihak Kodam II/Sriwijaya juga memastikan terduga pelaku berinisial RN (23), yang merupakan sesama anggota TNI, telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Pomdam II/Sriwijaya.

Berdasarkan informasi sementara, insiden bermula saat korban dan pelaku berada di lokasi hiburan malam tersebut.

Keduanya diduga terlibat perselisihan usai terjadi senggolan ketika berjoget hingga berujung keributan.

Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengeluarkan senjata api dari pinggangnya dan melepaskan satu kali tembakan yang mengenai perut korban.

Korban sempat dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sekitar pukul 03.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

Pangdam II/Sriwijaya juga telah menginstruksikan seluruh komandan satuan di jajaran Kodam II/Sriwijaya untuk meningkatkan pengawasan internal guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Pihak keluarga korban berharap proses hukum dilakukan secara terbuka dan pelaku mendapat hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.