TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Layaknya adegan dalam film mencekam, jalanan Kota Yogyakarta berubah menjadi rute pelarian maut bagi AA (17) pada Minggu (17/5/2026) dini hari.
Pelajar asal Ngampilan ini sempat terlibat aksi kejar-kejaran menegangkan sejauh berkilo-kilometer dari Jalan Magelang hingga kawasan Kotabaru, sebelum akhirnya nyawanya tak tertolong akibat tusukan senjata tajam di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan karena lukanya cukup parah.
Kasus kemarian AA ini menambah panjang daftar kasus klitih di Kota Yogya.
Kepolisian masih menyelidiki kasus ini.
Selain mengamankan rekaman CCTV dari sejumlah lokasi, polisi juga meminta keterangan dari para saksi untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Adrian mengatakan korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Namun karena luka cukup parah, korban akhirnya meninggal dunia.
“Benar, ada kejadian tersebut. Korban sudah dilarikan ke RS Panti Rapih, tapi karena dinyatakan meninggal dunia, ini lagi kami pindahkan ke RS Bhayangkara untuk proses autopsi,” kata Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Adrian, saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026).
Adrian menjelaskan, saksi mahkota, yakni rekan korban masih dimintai keterangan untuk mengungkap identitas pelaku.
Namun keterangan yang disampaikan masih belum konsisten.
“Untuk kronologi pastinya kami belum bisa menyampaikan, saat ini saya masih dengan saksi (teman korban) muter untuk cek rekaman cctv dan minta keterangan saksi, keterangan masih berubah-ubah,” ungkap Adrian.
Dikejar dari Jalan Magelang
Dia menuturkan berdasarkan rekaman kamera CCTV, peristiwa kejar-kejaran antara korban dan pelaku berawal dari Jalan Magelang, tepatnya di sekitar Borobudur Plaza.
Di lokasi itu, korban berusaha untuk menghindari kejaran pelaku dengan memacu kendaraanya ke arah selatan atau ke Simpang Pingit.
Kemudian ke simpang Samsat Yogyakarta, lalu ke jalan satu arah menuju Jalan Margo Utomo dan mengarah ke Kridosono (Jalan Yos Sudarso).
“Ini kami sinkronian keterangan saksi, belum bisa disimpulkan. Tapi ini street crime (kejahatan jalanan),” ungkapnya.
Baca juga: Kronologi Pelajar Jogja Tewas Korban Klitih: Dikejar dari Jalan Magelang, Ditikam di Dekat Kridosono
Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan korban diduga dianiaya oleh pelaku menggunakan senjata tajam (sajam)
Kronologinya dimulai pada Minggu dini hari (17/5/2026) sekitar jam 3.30 WIB korban dan saksi berboncengan sepeda motor. Saat itu saksi di depan mengendarai motor, sementara korban duduk di belakang.
Pada saat korban dan saksi melewati jalan Magelang, Kota Yogyakarta, korban dan saksi dikejar oleh pelaku.
Korban menghindar dari kejaran melewati simpang pingit, Simpang Samsat Yogyakarta lalu menuju Jalan Margo Utomo, kemudian mengambil arah ke Jalan Yos Sudarso.
“Sesampainya di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta korban turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam,” ungkap Kasihumas.
Selanjutnya saksi membawa korban ke rumah sakit dan pada saat saksi dan korban sampai di Jalan Dewa Nyoman Oka Kotabaru Yogyakarta korban terjatuh.
Kemudian Korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit menggunakan ambulance milik Gereja.
“Saat ini terduga pelaku masih dalam proses penyelidikan,” tutup Kasihumas. (hda)