Postingan Ocha Peserta LCC MPR RI Tertawakan Para Juri, Tissa Biani: Kasih Paham Dek!
Ricky Jenihansen May 18, 2026 04:43 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 asal SMAN 1 Pontianak yang sebelumnya viral karena memprotes keputusan juri, kembali menjadi sorotan publik usai muncul melalui unggahan di media sosial Instagram.

Dalam unggahan tersebut, Josepha Alexandra yang akrab dipanggil Ocha seolah menertawakan kontroversi penilaian dewan juri yang sempat ramai diperdebatkan warganet hingga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemeran dan model Tissa Biani.

Sebelumnya, Ocha viral usai memprotes keputusan juri dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dianggap tidak adil oleh banyak warganet.

Final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.

Ada tiga sekolah yang bersaing memperebutkan gelar juara, yakni SMAN 1 Sanggau, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Pontianak.

Saat MC melempar pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ocha yang mewakili SMAN 1 Pontianak berhasil menjawab pertanyaan tersebut.

Namun, juri justru menyatakan jawaban Ocha salah.

Bahkan, saat diprotes, keputusan tersebut dinilai tetap dipertahankan.

Hal itu kemudian memicu kontroversi dan menjadi perhatian publik di media sosial.

Ocha pun banjir simpati dan dukungan dari berbagai pihak.

JOSEPHA ALEXANDRA - Ocha, peserta LCC Empat Pilar MPR RI asal SMAN 1 Pontianak, mengunggah foto saat meraih Juara 1 tahun 2025 dan Juara 2 tahun 2026. Ocha peserta LCC MPR RI kembali jadi sorotan usai unggah video sindir keputusan juri dan didukung Tissa Biani.
JOSEPHA ALEXANDRA - Ocha, peserta LCC Empat Pilar MPR RI asal SMAN 1 Pontianak, mengunggah foto saat meraih Juara 1 tahun 2025 dan Juara 2 tahun 2026. Ocha peserta LCC MPR RI kembali jadi sorotan usai unggah video sindir keputusan juri dan didukung Tissa Biani. (TribunBengkulu.com/Akun Instagram Ocha)

Tertawakan Juri

Peserta dari SMAN 1 Pontianak tersebut muncul melalui unggahan di media sosial Instagram yang kembali membahas momen kontroversial dalam perlombaan tersebut.

Dalam unggahannya, Ocha membagikan potongan video saat MC Shindy berusaha menenangkan suasana di lokasi acara setelah terjadi protes terkait keputusan dewan juri.

"Baik adik-adik mohon diterima keputusan dewan juri. Karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik," ujar Shindy dalam video yang diunggah.

"Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai," lanjutnya.

Pada akhir video, Ocha juga mengunggah fotonya saat memegang medali dan cheque board atau papan simbolis hadiah bertuliskan Juara 2 dengan hadiah Rp7,5 juta.

Foto tersebut kemudian disandingkan dengan fotonya saat menjadi juara 1 Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tahun 2025 dengan memegang piala dan papan simbolis hadiah Rp10 juta.

Baca juga: Pantas Ocha Peserta LCC MPR RI Punya Public Speaking Bagus, Ternyata Ini Latar Belakang Ayahnya

Unggahan itu diberi caption:

"funny how the replay accidentally exposed whose ‘feelings’ were actually wrong… c2 izin muncul ke permukaan ???????? #lcc4pilarmprri #lcc4pilarkalbar #lcc4pilar"

Jika diterjemahkan secara bebas, kalimat tersebut bermakna:

"Lucu juga bagaimana replay atau tayangan ulang malah tanpa sengaja membongkar siapa yang sebenarnya salah soal perasaannya atau salah membaca situasi… akhirnya ‘c2’ muncul ke permukaan ????????"

Unggahan tersebut kemudian ramai mendapat dukungan dari warganet.

Bahkan, Tissa Biani turut memberikan komentar pada unggahan tersebut.

"kasih paham dek!!!! Kasih paham!!!!," tulis Tissa Biani.

Komentar serupa juga datang dari akun lain.

"Acara Cerdas Cermat, tapi ADIK ADIK lebih pintar dari Juri dan MCnya ????," tulis akun cafetamanmecca.

Sementara akun @kevinsamuelmpg menuliskan komentar:

"Gerammm liat Mc dan juri trutama juri artikulasi ????????????."

Kata Ayah Ocha

Ayah Josepha Alexandra atau Ocha, Andre Kuncoro, ikut angkat bicara setelah putrinya menjadi sorotan publik dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut Andre, masyarakat tidak hanya menyaksikan sebuah perlombaan, tetapi juga keberanian seorang anak dalam menyuarakan keadilan dan kebenaran.

"Publik Indonesia tidak hanya dipertontonkan acara lomba, tapi bagaimana seorang anak kecil dengan gagah berani menyuarakan keadilan dan kebenaran," kata Andre.

Andre menilai menang ataupun kalah dalam perlombaan bukanlah hal utama.

Menurutnya, proses dan keberanian untuk bersikap jauh lebih penting.

"Berkah yang luar biasa dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Dalam lomba itu sportivitas harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, yang penting prosesnya," katanya.

Ia juga berharap tindakan Ocha dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang agar berani menyuarakan keadilan.

"Kebenaran tetap harus jadi kebenaran, dan keadilan harus tetap dijaga," katanya.

Andre juga menceritakan sosok Ocha sebagai pribadi yang sangat gemar belajar.

"Ocha itu nggak banyak bicara. Dia lebih senang berada di kamar dengan dunianya sendiri, dengan laptopnya, belajar," katanya.

Menurutnya, Ocha sering belajar hingga larut malam.

Sang ibu bahkan kerap mengingatkannya untuk beristirahat.

"Kadang tidak kenal waktu sampai tengah malam. Ibunya sering mengingatkan, ‘Dek tidur’. Tapi kalau belum selesai, dia belum mau tidur," katanya.

Sebagai orang tua, Andre mengaku beberapa kali mencoba mengajak Ocha bersantai atau bermain bersama teman-temannya.

Namun, ajakan itu sering ditolak karena dianggap membuang waktu.

"Kita suruh main dengan temannya juga nggak mau. Katanya buang-buang waktu," katanya.

Selain aktif belajar mandiri, Ocha juga mengikuti bimbingan belajar beberapa kali dalam sepekan.

Di luar kegiatan sekolah, ia turut aktif dalam kegiatan sosial bersama anak-anak di kawasan Taman Catur Untan.

Andre menyebut putrinya kerap membantu membina anak-anak kecil melalui kegiatan mewarnai, melukis, hingga mengajarkan sejumlah mata pelajaran pada hari libur.

“Biasanya di Taman Catur itu, membina adik-adik kecil, mewarnai, melukis, lalu mengajarkan pelajaran juga,” ungkapnya.

Menurut Andre, kebiasaan belajar Ocha yang begitu intens terkadang membuat keluarga khawatir.

Meski demikian, ia melihat putrinya memang menikmati dunia belajar sebagai hobinya.

“Ocha hobinya memang di depan laptop belajar. Kadang kami orang tua juga khawatir, ini anak nggak stres. Tapi memang dia suka,” katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.