TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tiga sekolah di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) terdampak banjir yang terjadi pada Sabtu (16/5/2026) malam.
Dari tiga sekolah tersebut, dua di antaranya adalah Sekolah Dasar (SD) dan satu lainnya merupakan Taman Kanak-kanak (TK).
Seperti dikatakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kendari, Cornelius Padang, Senin (18/5/2026).
"Tiga sekolah semua, kemarin Damkar (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) membersihkan dua," katanya melalui WhatsApp.
Hari ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD membantu pembersihan lumpur di TK yang terletak di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia.
Sementara itu Kepala Damkarmat Kendari, Ahriawandy menjelaskan, pihaknya sudah diturunkan dalam penanganan pascabanjir di SDN 53 Kendari.
Baca juga: 1 SD dan 30 Rumah di Kota Kendari Dibersihkan Petugas Damkar Usai Diterjang Banjir Sabtu Malam
Sekolah ini beralamat di Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua.
Lalu pagi tadi, membantu pihak sekolah untuk membersihkan lumpur yang tertinggal di area halaman.
"Tadi kami membersihkan lagi di SD di Wua-Wua, tapi yang ini hanya di halamannya tidak sampai masuk ke dalam ruang kelas," ujarnya.
Sebagai informasi, sebanyak lima kecamatan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara terdampak banjir, Sabtu (16/5/2026) malam.
Lima kecamatan tersebut meliputi Baruga, Wua-Wua, Kadia, Mandonga, hingga Puuwatu.
Genangan air yang merendam sejumlah wilayah Kota Lulo ini dikarenakan hujan deras semalam.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari juga telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir hingga tujuh hari kedepan.
Terhitung mulai hari ini, Minggu, 17 Mei sampai dengan Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang.
Kebijakan ini dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cuaca serta situasi di lapangan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
Masyarakat pun diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Selain itu, warga juga diminta untuk mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)