Contoh Teks Khutbah Idul Adha 1447 H tentang Qurban
Dedy Qurniawan May 19, 2026 12:03 AM

BANGKAPOS.COM  - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah semakin dekat. Berdasarkan kalender, perayaan hari besar umat Islam tersebut diperkirakan jatuh pada tanggal 27 Mei 2026.

Pada momen Lebaran Haji atau Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah Shalat Id sebanyak dua rakaat secara berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban bagi muslim yang mampu secara finansial.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha juga disertai dengan penyampaian khutbah yang terdiri dari dua bagian, yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua. Khutbah menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kembali makna ketakwaan, keikhlasan, dan nilai sosial kemasyarakatan.

Bagi Anda yang bertindak sebagai khatib, memilih tema khutbah Idul Adha yang menyentuh hati dan relevan sangatlah penting agar pesan ibadah qurban dapat meresap ke dalam jiwa jamaah.

Referensi Teks Khutbah Idul Adha 1447 H / 2026 M

Referensi khutbah kali ini mengangkat tema yang menyentuh hati tentang pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya atas perintah Allah SWT.

Melalui materi khutbah tersebut, diharapkan umat Islam dapat mengambil pelajaran berharga untuk meningkatkan keimanan, memperkuat solidaritas sosial, serta meneladani keteguhan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah tanpa ragu.

Baca juga: 3 Khutbah Idul Adha 2026 NU, Muhammadiyah Lengkap PDF Terbaru

Berikut adalah naskah lengkap teks khutbah Idul Adha 2026 tentang qurban yang singkat, padat, dan penuh makna:

KHUTBAH IDUL ADHA 1447 H tentang Qurban

KHUTBAH PERTAMA

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

 
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa, karena hanya dengan takwa seseorang akan memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.

Pada hari yang mulia ini, kita berkumpul dalam suasana Idul Adha, hari yang penuh makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah ﷻ.

Allah berfirman:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Dan Kami tebus anak itu dengan sembelihan yang besar.” (QS. As-Saffat: 107)

Ayat ini mengajarkan kepada kita tentang keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah tanpa ragu sedikit pun.

Idul Adha bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi mengandung nilai-nilai luhur, di antaranya:

Keikhlasan dalam beribadah kepada Allah
Kesediaan berkorban demi kebenaran
Mengendalikan hawa nafsu dan ego
Menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama

Rasulullah bersabda:

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ

“Tidak ada amal anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi)

Teladan Nabi Ibrahim AS

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala cinta dunia.

Ketika Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih putranya, beliau tidak menolak, karena yakin bahwa perintah Allah adalah kebenaran mutlak.

Dari sini kita belajar tentang, Ketaatan kepada Allah harus total, Keimanan harus dibuktikan dengan pengorbanan, Tidak ada yang lebih tinggi dari perintah Allah
 
KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ
وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di hari Idul Adha ini, mari kita renungkan kembali makna pengorbanan yang sebenarnya.

Berkurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat-sifat buruk dalam diri kita, seperti:

Kesombongan
Keegoisan
Kedengkian
Hati yang keras

Allah berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللّٰهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Penutup

Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk:

Meningkatkan ketakwaan
Memperkuat kepedulian sosial
Menumbuhkan keikhlasan dalam beramal
Memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia
Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita, kurban kita, dan menjadikan kita hamba yang ikhlas dan bertakwa.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

(Tribun Pontianak / Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.