POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Langkah Dalila tampak cekatan saat menyusuri lorong-lorong kandang di Alfi Farm, Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Senin (18/5/2026).
Sesekali, tangannya menepuk punggung sapi yang sedang lahap memakan rumput di dalam kandang.
Suara kunyahan sapi dan aroma khas peternakan menjadi bagian dari keseharian Dalila selama hampir satu dekade terakhir.
Tak banyak yang tahu, usaha peternakan yang kini berkembang besar itu ternyata berawal dari rasa senang dan hobinya yang gemar melihat tingkah laku hewan ternak.
"Dulu itu murni karena hobi saja. Saya merasa ada ketenangan tersendiri kalau pagi-pagi membuka pintu rumah, lalu melihat hewan-hewan ternak berkumpul di halaman," ujar Dalila.
Setelah itu, Dalila akhirnya memberanikan diri untuk membeli lima ekor sapi potong biasa sebagai langkah awal penyaluran hobinya. Ternyata merawat lima ekor sapi tersebut memberikan kepuasan yang luar biasa bagi dirinya dan sang suami.
Rasa senang yang terus bertumbuh membuat Dalila ketagihan, hingga ia kembali menambah modal untuk membeli 10 ekor sapi tambahan pada tahun berikutnya. Seiring berjalannya waktu, belasan sapi tersebut dirawat secara telaten hingga akhirnya beranak-pinak dan jumlahnya terus berlipat ganda sampai hari ini.
Baca juga: Kombet, Sapi Limosin 600 Kilogram di Beltim Dijual Rp65 Juta Jelang Iduladha
Sementara itu, petualangan Dalila dalam merawat jenis sapi premium berukuran raksasa, Limusin, baru dimulai sekitar enam tahun yang lalu.
Momen itu terjadi saat sang suami mendapatkan informasi dari seorang rekan sesama peternak yang berdomisili di daerah Salatiga, Jawa Tengah.
Rekan tersebut berniat menjual beberapa ekor anakan sapi ras Limusin murni yang saat itu baru menginjak usia sekitar 7 hingga 8 bulan.
Melihat ada peluang emas, meski diselimuti rasa ragu karena belum pernah merawat sapi jenis ini, Dalila akhirnya mengambil keputusan berani setelah proses negosiasi harga yang cukup panjang.
"Ada teman nawarin, nego-nego. Ibu beli abis itu akhirnya beranak-pinak dan jadi sampe sekarang," tutur Dalila.
Anakan sapi Limusin dari Pulau Jawa itu pun akhirnya diboyong menuju kandang barunya di Desa Lilangan, Belitung Timur. Lewat ketelatenan Dalila, anakan tersebut ternyata mampu beradaptasi dengan baik terhadap iklim tropis Pulau Belitung hingga tumbuh subur.
Puncak prestasi dari kerja keras Alfi Farm pun akhirnya berbuah manis pada momentum perayaan Iduladha di tahun 2025 yang lalu. Peternakan terpencil di Kecamatan Gantung ini mendadak menjadi pusat perhatian setelah dua ekor sapi Limusin raksasa dilirik oleh orang nomor satu di Kepulauan Bangka Belitung.
Dua sapi yang masing-masing memiliki timbangan berbobot 800 kilogram dan 700 kilogram tersebut resmi dibeli oleh Gubernur untuk dijadikan hewan kurban.
"Tahun kemarin Alhamdulillah sekali, dua ekor sapi Limusin terbesar kami laku dibeli Pak Gubernur dengan kisaran harga 70 sampai 75 juta rupiah per ekornya," ungkap Dalila.
Adapun untuk musim Iduladha tahun 2026 ini, Alfi Farm tercatat memiliki total stok sebanyak 12 ekor sapi yang sudah masuk kriteria siap jual ke pasar.
Stok tersebut terdiri atas sebelas ekor sapi varietas Peranakan Ongole (PO) serta satu ekor sapi jantan Limusin premium berusia lima tahun seberat 600 kilogram yang diberi nama si Kombet.
Meskipun biaya operasional harian untuk merawat banyak sapi menuntut pengeluaran modal hingga puluhan juta rupiah, Dalila mengaku hasil yang dituai sangat sepadan.
Berdasarkan pembukuan, setiap musim lebaran kurban tiba Alfi Farm rata-rata sanggup mengantongi omzet keuntungan bersih berkisar antara Rp30 juta hingga Rp40 juta rupiah.
Bagi Dalila, rutinitas harian di kandang sapi ini bukan lagi hobi iseng belaka, melainkan roda bisnis keluarganya yang bernilai ekonomi tinggi.
Sembari menutup pintu pagar kandang sapi Limusin di sore hari, Dalila menggantungkan harapan agar usaha peternakannya ini bisa terus eksis dan meluas di masa depan.
"Harapan saya ya mudah-mudahan usaha Alfi Farm ini bisa terus berkembang besar, sapinya bertambah banyak, dan selalu sehat-sehat agar bisa terus melayani kebutuhan masyarakat," harapnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)