TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA — Angka kecelakaan lalu lintas di Batang yang terus meroket dalam tiga tahun terakhir memicu pemerintah daerah mengambil langkah ekstrem.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan, pemenuhan lampu penerangan jalan sudah sangat mendesak dan tidak bisa lagi ditunda demi keselamatan masyarakat serta kelangsungan aktivitas pekerja industri.
"Kalau setiap tahun hanya bisa membangun 100 titik PJU (penerangan jalan umum), masyarakat harus menunggu puluhan tahun untuk menikmati jalan yang terang. Ini harus dipercepat," ujar Bupati Batang, Faiz Kurniawan, usai memimpin market sounding proyek APJU Batang di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Berdasarkan data Pemkab Batang, jumlah lampu jalan yang tersedia saat ini baru menyentuh 4.000 titik, atau hanya memenuhi 37 persen dari total kebutuhan daerah yang mencapai 13.000 titik.
Minimnya fasilitas ini berdampak fatal pada tren kecelakaan lalu lintas di Batang yang terus menanjak, dari 500 kasus pada 2023, naik menjadi 520 kasus pada 2024, dan melonjak hingga hampir 550 kejadian pada 2025.
Selain menekan angka kecelakaan, kegelapan jalan di malam hari dinilai menghambat produktivitas Kawasan Industri Batang yang beroperasi hingga beberapa shift. Penerangan yang mumpuni sangat dibutuhkan untuk menjamin keamanan para pekerja, khususnya pekerja perempuan yang harus pulang larut malam.
Untuk merealisasikan percepatan ini, Pemkab Batang resmi menawarkan investasi infrastruktur Batang kepada sektor swasta lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Baca juga: Jelang Lulus, Siswa SDN 02 Brebes Harus Bayar Rp435 Ribu. Terbesar untuk Kenang-kenangan Laptop
Langkah strategis ini disambut antusias oleh sekitar 120 peserta dari kalangan kontraktor, lembaga pembiayaan, hingga kementerian terkait.
Nilai Investasi Proyek APJU Batang dan Target Lelang
Proyek APJU Batang ini diperkirakan membutuhkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp153 miliar, dengan biaya operasional tahunan yang dianggarkan mencapai Rp3,4 miliar.
Pemkab Batang menawarkan skema pengembalian investasi berupa Availability Payment (pembayaran ketersediaan layanan) dengan masa konsesi total selama 10,5 tahun.
Melalui proyek raksasa ini, pemerintah daerah menargetkan pemasangan sekitar 9.387 lampu cerdas di 8.500 titik yang tersebar di sepanjang jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten.
Tidak sekadar lampu, infrastruktur modern ini juga akan diintegrasikan dengan 150 titik CCTV pemantau keamanan, sensor kualitas udara, serta sensor deteksi banjir.
Jadwal Konstruksi Lampu Jalan Baru
Kepala Baperrida Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, menjelaskan bahwa forum market sounding ini merupakan instrumen penting untuk mengukur minat pasar sebelum memasuki tahapan krusial berikutnya.
Baca juga: Resmi Jabat Sekda Kota Semarang, Handi Priyanto Targetkan Genjot PAD dan Berantas Pungli
"Jika semua berjalan sesuai jadwal, pengumuman lelang akan dimulai pada Juli 2026. Sementara penetapan pemenang hingga penandatanganan kontrak kerja sama ditargetkan rampung pada November 2026," urai Bagus.
Proses konstruksi fisik di lapangan direncanakan bisa langsung berjalan pada Desember 2026. Pemkab Batang menargetkan 50 persen titik lampu sudah harus menyala pada April 2027, dan seluruh proyek diproyeksikan selesai total pada Juli 2027 demi mewujudkan visi Batang Terang. (Ito)