Ini Daftarnya Wilayah di Jakarta Masuk Zona Rawan Longsor, Terbanyak di Jakarta Selatan!
Rr Dewi Kartika H May 19, 2026 11:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi terjadinya tanah longsor di sejumlah wilayah ibu kota selama Mei 2026. 

Peringatan ini menyusul meningkatnya curah hujan yang dapat memicu pergerakan tanah, terutama di zona rawan.

Sejumlah Wilayah Masuk Zona Menengah

Berdasarkan data hasil analisis yang mengacu pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta masuk dalam kategori zona menengah potensi longsor.

Wilayah tersebut tersebar di Jakarta Selatan, meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

Selain itu, potensi juga terdeteksi di Jakarta Timur, tepatnya di Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Muhammad Yohan menjelaskan bahwa potensi longsor dipengaruhi oleh kombinasi kondisi tanah dan tingginya curah hujan.

“Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG,” kata Yohan dalam keterangannya, dikutip Selasa (19/5/2026).

Ia menambahkan, wilayah dengan potensi menengah dapat mengalami longsor jika curah hujan berada di atas normal, terutama di area dengan kondisi geografis tertentu.

Waspadai Area Lereng dan Bantaran Sungai

BPBD mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada di wilayah yang memiliki kontur tanah labil, seperti lereng, tebing jalan, hingga bantaran sungai.

“Pada zona menengah, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan,” ucapnya.

Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Seiring potensi tersebut, BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk lurah dan camat, untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Untuk itu, kepada lurah, camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal,” tuturnya.

Langkah antisipasi dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko bencana, terutama di wilayah yang memiliki riwayat longsor atau kondisi tanah yang rentan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.