Bak Kubangan, Jalan Rusak di Tebo Jambi Hambat Total Aktivitas Warga
Darwin Sijabat May 19, 2026 12:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Jeritan hati masyarakat di pelosok Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi kembali menyeruak ke permukaan. 

Sebuah potret buram infrastruktur jalan yang menyerupai kubangan lumpur menjadi viral dan memicu gelombang kritik pedas dari netizen Jambi. 

Kondisi jalan yang hancur lebur ini dilaporkan telah melumpuhkan denyut nadi ekonomi dan aktivitas harian warga desa setempat.

Melalui unggahan akun Instagram @jambihits_id, masyarakat mencoba mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan. 

Sindiran halus namun menohok pun dilayangkan sebagai bentuk rasa frustrasi atas lambatnya penanganan jalan di wilayah tersebut.

Berdasarkan dokumentasi video yang beredar, tampak pemandangan yang sangat memprihatinkan. 

Jalanan tersebut tidak lagi memiliki sisa-sisa aspal maupun pengerasan, melainkan berubah menjadi bentangan tanah liat pekat yang basah dan licin.

Dalam foto tersebut, terlihat sejumlah pengendara sepeda motor harus bertaruh tenaga ekstra. 

Baca juga: Soal Jalan Rusak di Talang Belido, Bupati Muaro Jambi Sebut Sedang Susun Skema

Baca juga: Babak Baru Lelang Jabatan Jambi: Daftar 29 Nama Lolos Seleksi Rekam Jejak

Beberapa warga tampak harus turun dari motor dan mendorong kendaraan mereka di tengah kepungan lumpur setinggi mata kaki yang menjepit roda. 

Di latar belakang, sebuah truk pengangkut dan mobil pribadi juga tampak terjebak, terpaksa berjalan merayap di atas tekstur tanah yang tidak stabil. 

Hijau rimbun pepohonan di sisi jalan kontras dengan warna cokelat tanah liat yang menutupi seluruh badan jalan utama tersebut.

Sentilan untuk Pejabat Daerah

Keterangan dalam unggahan tersebut secara terbuka meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tebo agar segera turun tangan memperbaiki akses vital satu-satunya milik warga tersebut.

"LAPOR PAK BUPATI TEBO, MASYAKARAT DI DESA INI KESULITAN BERAKTIVITAS KARENA JALANAN YANG 'SANGAT BAGUS'. MOHON ATENSINYA WAHAI PARA PEJABAT YANG BERPANGKAT," tulis narasi dalam akun tersebut pada Selasa (19/5/2026).

Kalimat "Sangat Bagus" yang dibubuhkan merupakan satire tajam atas kondisi riil yang terjadi di lapangan. 

Jalanan yang licin dan penuh jebakan lumpur ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama bagi para pelajar dan petani yang harus mengangkut hasil bumi.

Baca juga: Warga Talang Belido Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Keras ke Pemkab

Baca juga: Modus Ritual Khodam, Guru Silat di Jambi Diduga Cabuli 7 Murid hingga Hamil

"Jalan seperti kubangan, warga desa di Tebo kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari," bunyi keterangan tambahan yang menyertai unggahan tersebut, menggambarkan betapa beratnya beban yang harus dipikul masyarakat hanya untuk sekadar melintas.

Dampak Nyata Bagi Ekonomi Desa

Warga mengeluhkan bahwa akses jalan yang rusak parah ini membuat ongkos transportasi melambung tinggi karena sulitnya kendaraan masuk ke desa. 

Jika hujan turun, jalanan tersebut praktis tidak bisa dilalui oleh kendaraan biasa, sehingga banyak warga yang akhirnya terisolasi. 

Hingga saat ini, warga masih menanti langkah konkret dari pemerintah daerah untuk melakukan pengerasan atau pengaspalan jalan agar aktivitas warga dapat kembali normal.

DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

Baca juga: Update Asusila Guru Silat di Jambi, Korban Sebut Ada Pelaku Lain

Baca juga: Modus Ritual Khodam, Guru Silat di Jambi Diduga Cabuli 7 Murid hingga Hamil

Baca juga: Jambi Top 7, Dentuman Keras di Mendalo

Baca juga: Tingkatkan Kesejahteraan SAD, M Syukur Serahkan Keramba Ikan dan Listrik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.