Nelayan Hilang Akibat Perahu Terbalik di Pessel Ditemukan Meninggal, Berjarak 50 Meter dari Lokasi
Rezi Azwar May 19, 2026 08:47 PM

TRIBUNPADANG.COM, PESISIR SELATAN – Nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (19/5/2026).

Korban bernama Iral (35) ditemukan oleh warga sekitar pukul 15.45 WIB, tidak jauh dari lokasi perahu terbalik oleh warga sekitar.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian dengan jarak sekitar 50 meter dari titik awal peristiwa.

"Korban atas nama Iral berhasil ditemukan pada pukul 15.45 WIB oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Abdul Malik.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan warga ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga: Breaking News: Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Pesisir Selatan, Satu Orang Masih Hilang

Abdul Malik menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika sebuah perahu nelayan yang membawa 11 orang berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Pesisir Selatan sekitar pukul 06.00 WIB.

Namun sekitar pukul 11.30 WIB, saat hendak memasuki Muara Ampiang Parak, perahu dihantam gelombang di depan muara hingga terbalik.

"Dari 11 orang yang berada di atas perahu, 10 orang berhasil selamat. Satu orang atas nama Iral sempat dinyatakan hilang setelah kejadian," ujarnya.

Sebelumnya, warga setempat telah melakukan pencarian secara mandiri terhadap korban.

Namun hingga laporan diterima Kantor SAR Padang pada pukul 14.55 WIB, korban belum berhasil ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Padang melalui Unit Siaga SAR Pesisir Selatan memberangkatkan enam personel penyelamat menuju lokasi kejadian pada pukul 15.10 WIB.

Baca juga: Solar Langka di Sumbar, Heru: Sudah Antre 4 Jam Belum Dapat, Seperti Mencari Emas Saja

Tim membawa sejumlah peralatan pendukung operasi SAR, di antaranya kendaraan rescue, perahu karet lengkap dengan motor tempel, peralatan SAR air, evakuasi, medis, komunikasi dan perlengkapan lainnya.

Saat tim SAR tiba di lokasi pada pukul 16.42 WIB, korban ternyata telah lebih dahulu ditemukan oleh warga.

"Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan memperoleh informasi bahwa korban telah ditemukan oleh masyarakat. Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah duka," jelas Abdul Malik.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, TNI AL, Polsek Sutera hingga masyarakat setempat yang turut membantu penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup setelah dilakukan debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat pada pukul 17.00 WIB.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan," tutup Abdul Malik.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.