TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan pengungsi Rohingya masih bertahan dan melakukan aksi demo di Jalan Datuk Wan Abdul Jamil di sebelah kawasan MTQ Pekanbaru hingga Rabu (20/5/2026) siang.
Mereka menunggu respon langsung dari International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)
Mereka membawa poster dan spanduk yang berisikan kalimat permintaan diperhatikan dan kebutuhan hidup yang layak.
Tidak hanya itu, para imigran dari kalangan ibu-ibu berpakaian hitam ini juga membawa poster Poto warga Rohingya yang hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan.
Baca juga: Ratusan Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Menginap di Kantor Perwakilan IOM, Tuntut Biaya Hidup
Secara bergantian, pengungsi ini menyampaikan orasinya dengan menggunakan bahasa Rohingya.
Sementara sebagian ibu-ibu yang ikut aksi juga membawa anak-anaknya yang kondisinya kurus dan sakit karena imbas derita yang mereka hadapi.
Seorang pengungsi Ershad mengatakan, pengungsi akan terus bertahan menyampaikan aspirasi mereka sebelum ada tanggapan dari IOM.
"Kami akan terus bertahan, sebelumnya kami dijanjikan akan ditemui,"ujar Ershad.
Sebagaimana diketahui pengungsi Rohingya ini memprotes kebijakan terbaru IOM yang membatasi bantuan kepada mereka.
Hanya memberikan bantuan hidup pada pihak tertentu, perempuan hamil dan anak dibawah usia lima tahun serta lansia, sedangkan usia biasa tidak mendapatkan bantuan.
Tidak hanya itu, kebutuhan pendidikan dan kesehatan mereka juga tidak diberikan, berbeda perlakuan dengan imigran lainnya yang ada di Pekanbaru, dari Palestina, Afganistan, Pakistan, Iran dan lainnya.
Untuk diketahui, di Pekanbaru sendiri ada 1500 pengungsi Rohingya yang tersebar di kamp pengungsian dan rumah kontrakan.
(Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)