TRIBUNNEWS.COM - Efek domino bisa diciptakan Aston Villa jika berhasil mengalahkan Freiburg di final Liga Eropa, Kamis (21/5/2026) dinihari.
Laga final Liga Eropa musim ini yang mempertemukan Freiburg vs Aston Villa akan berlangsung di Tupras Stadium, Istanbul, jam 02.00 WIB.
Siapapun pemenang laga ini, entah Freiburg atau Aston Villa berhak membawa pulang gelar juara Liga Eropa edisi ke-55.
Di atas kertas, Aston Villa yang merupakan klub asal Inggris, diyakini punya peluang lebih besar memenangkan laga final, ketimbang Freiburg.
Kualitas skuad hingga tren performa yang lebih baik menjadi alasan utama Aston Villa lebih difavoritkan di final.
Selain itu, keberadaan Unai Emery yang menduduki kursi pelatih Aston Villa, juga membuat tim tersebut makin diunggulkan.
Diketahui, Unai Emery merupakan sosok pelatih Spanyol yang dikenal luas sebagai raja utama di turnamen Liga Eropa.
Dikatakan demikian, karena Unai Emery masih menyandang predikat sebagai pelatih tersukses di kompetisi tersebut.
Baca juga: Malam Bersejarah di Istanbul, Aston Villa Tantang Freiburg di Final Liga Eropa
Dari total lima final Liga Eropa yang telah dirasakan Unai Emery bersama tiga klub berbeda, Unai Emery mampu memenangkan 4 final.
Keempat final tersebut dimenangkan Unai Emery bersama Sevilla (2014, 2015, 2016) dan Villarreal (2016).
Satu-satunya final Liga Eropa yang gagal dimenangkan Unai Emery ketika ia masih berstatus sebagai pelatih Arsenal tahun 2019.
Kini, Unai Emery punya kesempatan mempertegas statusnya tersebut, setelah membawa tim besutannya tampil di final Liga Eropa musim ini.
Jika bisa membawa timnya juara di Liga Eropa musim ini, berbagai catatan menarik bakal diukir Aston Villa atau Unai Emery.
Aston Villa bakal punya koleksi trofi anyar berupa gelar Liga Eropa yang baru bisa mereka menangkan perdana musim ini.
Sementara, Unai Emery bakal mencetak sejarah luar biasa, membawa tiga klub berbeda, menjadi juara Liga Eropa.
Disisi lain, ada efek domino lain yang bakal diciptakan Aston Villa jika bisa mengalahkan Freiburg di final, dinihari nanti.
Salah satu efek domino yang paling utama ialah menyoal bertambah atau tidaknya jatah slot Liga Champions yang diberikan UEFA kepada klub yang berasal dari kompetisi Liga Inggris.
Awalnya, UEFA memberikan jatah normal kepada kompetisi Liga Inggris sebanyak empat tiket Liga Champions.
Empat tiket tersebut diberikan UEFA kepada siapapun tim yang bisa menyelesaikan kompetisi Liga Inggris di posisi empat besar teratas pada akhir musim.
Lalu, UEFA memberi jatah tambahan, karena performa tim asal Inggris di tiga kompetisi Eropa, cukup mentereng.
Alhasil, UEFA menambahkan jatah slot Liga Champions ke klub Inggris, yang awalnya berjumlah empat, kini menjadi lima.
Disinilah sisi menariknya.
Aston Villa yang beberapa jam lagi akan bertarung melawan Freiburg memperebutkan gelar Liga Eropa, sedang berada di peringkat empat klasemen Liga Inggris.
Dengan raihan 62 poin dari 37 laga, posisi Aston Villa di zona Liga Champions, telah terkunci alias aman.
Amannya posisi Aston Villa tentu menyisakan berbagai pertanyaan menarik, termasuk adakah peluang UEFA memberikan slot tambahan lagi kepada klub Inggris soal Liga Champions.
Jawabannya adalah ada.
UEFA berpotensi masih bisa memberikan jatah ekstra tambahan satu slot lagi kepada klub Inggris.
Dan sebelum UEFA memberikan slot ekstra tersebut, ada berbagai skenario yang perlu dijalani di akhir musim ini.








Pertama, Aston Villa harus bisa memenangkan gelar Liga Eropa musim ini, dengan mengalahkan Freiburg di final, berapapun skornya.
Setelahnya, ada skenario kedua yang harus dijalani, yakni Aston Villa menyelesaikan kompetisi Liga Inggris musim ini tepat di posisi kelima, bukan keempat seperti sekarang.
Guna memuluskan skenario kedua ini, Aston Villa wajib mengalah di tangan Manchester City pada laga terakhir Liga Inggris.
Lalu pada waktu bersamaan, Liverpool menang atas Brentford di kandang sendiri.
Seandainya dua skenario tersebut terwujud, maka UEFA bakal memberikan jatah ekstra tambahan slot Liga Champions lagi ke klub Inggris.
Bournemouth yang kini sedang berada di posisi keenam, otomatis berpeluang ketiban untung.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Bournemouth, mereka bakal tampil di kompetisi Liga Champions, andai hal itu terjadi akhir musim ini.
Namun, jika salah satu skenario tersebut tidak berjalan, maka UEFA tidak berhak memberikan slot tambahan Liga Champions ke klub Inggris.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)