Peluncuran Alkitab Bahasa Amungme Damal Diharapkan Akhiri Perang Saudara
Marius Frisson Yewun May 20, 2026 06:29 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Peluncuran Alkitab berbahasa Amungme dan Damal di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (20/5/2026), diharapkan menjadi momentum perdamaian di tengah konflik yang masih terjadi di wilayah Kwamki Lama.

Peluncuran Alkitab dalam bahasa ibu tersebut dinilai bukan hanya sebagai peristiwa rohani, tetapi juga menjadi panggilan moral bagi masyarakat untuk menghentikan perang saudara yang telah memakan korban jiwa dari kedua belah pihak.

Tokoh Masyarakat Suku Amungme, Oktovian Jangkup mengatakan, momentum peluncuran Alkitab dalam bahasa Amungme dan Damal harus menjadi refleksi bersama bagi masyarakat agar membuka hati untuk hidup damai berdampingan.

Baca juga: John Gobai Usul APBD Sumber Dana Otsus Papua Dipisahkan untuk Mempermudah Pengawasan

“Hari ini menjadi momentum penting bagi Suku Amungme dan Damal. Ketika Alkitab diluncurkan dalam bahasa sendiri, kita harus bertanya kepada diri kita masing-masing, apakah perang saudara yang terjadi ini masih akan terus berlanjut ataukah kita mau membuka hati untuk hidup damai,” ujarnya.

Menurutnya, konflik yang terjadi tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga bertentangan dengan nilai kasih dan ajaran Tuhan.

“Momentum ini harus menyadarkan kita bahwa perang melanggar hukum Tuhan Allah. Alkitab hadir bukan untuk memecah belah, tetapi untuk menyelamatkan manusia, membangun kasih, dan mempersatukan sesama,” katanya.

Ia menilai peluncuran Alkitab berbahasa Amungme dan Damal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol kehadiran Tuhan di tengah masyarakat melalui bahasa dan budaya lokal.

Baca juga: Papua Tengah Segera Miliki Perdasus Khusus untuk Atur Definisi Orang Asli Papua

Karena itu, Oktovian berharap pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para hamba Tuhan dapat bersama-sama menjadikan momentum tersebut sebagai awal rekonsiliasi damai di Kwamki Lama maupun seluruh wilayah Timika.

“Saya memohon dengan hormat kepada pemerintah dan para hamba Tuhan, seusai peluncuran buku Alkitab ini, perang saudara di Kwamki Lama bisa dinyatakan aman dan damai. Jangan ada lagi pertumpahan darah di Kota Timika,” harapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas peluncuran Alkitab berbahasa Amungme dan Damal.

“Tuhan Yesus memberkati dan memberikan perdamaian melalui momentum ini. Salam damai untuk seluruh masyarakat Amungme dan Damal,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.