Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Industri Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, mengatakan kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas sejak sepekan terakhir.
"Ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga terjadi sejak pekan lalu," ujar Tedi, Rabu (20/5/2026) siang.
Menurutnya, sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya cabai keriting dari Rp 45 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
Cabai rawit dari Rp70 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram, cabai hijau dari Rp26 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram,.
Baca juga: 6.115 Personel Amankan Laga Pamungkas Persib, Polda Jabar Rinci Pengamanan Laga Hingga Konvoi
Baca juga: Tiket Persib vs Persijap Ludes, Manajemen Jelaskan Aturan yang Tepat Saat Menyalakan Flare
Bawang merah dari Rp43 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram dan daging ayam broiler dari Rp39 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Meski naik, menurut Tedi kenaikan harga belum terlalu signifikan. Namun, stok barang di pasaran mulai berkurang dibandingkan kondisi sebelumnya.
"Memang ada kenaikan harga, tapi belum signifikan. Kalau stok masih tersedia, hanya saja mulai berkurang, tidak seperti sebelum-sebelumnya," katanya.
Tak hanya komoditas pangan, harga minyak goreng kemasan juga mengalami lonjakan.
Seorang warga Kalipucang, Aningsih (49), mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut dia, harga minyak goreng kemasan dua liter kini mencapai Rp45 ribu, padahal sebelumnya hanya sekitar Rp38 ribu.
Kemudian minyak kemasan satu liter naik dari Rp18 ribu hingga Rp19 ribu menjadi Rp23 ribu.
"Kenaikannya terasa sekali sekarang, terutama untuk kebutuhan dapur sehari-hari," ucap Aningsih. (*)