Viral Bangunan Kopdes Merah Putih Menghadap ke Kebun Tebu Belakangi Jalan, Kades: Takut Petaka Adat
jonisetiawan May 20, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah video bangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.

Penyebabnya bukan karena bentuk bangunannya, melainkan arah hadap gedung yang dianggap tidak biasa.

Bangunan koperasi tersebut tampak menghadap ke arah kebun tebu di sisi barat, bukan ke jalan desa yang berada di sisi timur. Potongan video itu pun memancing rasa penasaran sekaligus komentar beragam dari warganet.

Banyak yang mempertanyakan alasan bangunan publik justru membelakangi akses jalan utama desa.

Baca juga: Ekonom Senior Kuliti Sisi Lemah Kopdes Merah Putih Gegara Produk yang Dijual Mirip Minimarket

Kades: Sudah Dimusyawarahkan Warga

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Desa Jontro Rahmat Wahyudi menegaskan bahwa arah bangunan bukan keputusan sembarangan.

Menurutnya, posisi gedung sudah diputuskan melalui musyawarah bersama warga dan berkaitan erat dengan adat yang masih dijaga masyarakat setempat.

“Di sini sampai kapan pun tidak berani kalau menghadap ke timur. Itu sudah dimusyawarahkan warga,” kata Rahmat saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, warga setempat memiliki keyakinan adat tertentu yang menganggap arah timur sebagai posisi yang tidak boleh dijadikan hadap utama bangunan tertentu.

“Memang adat. Orang luar mungkin tidak tahu,” imbuhnya.

KOPDES MERAH PUTIH - Potret mobil pickup Koperasi Desa Merah Putih.
KOPDES MERAH PUTIH - Potret mobil pickup Koperasi Desa Merah Putih. Bangunan Kodes Merah Putih di Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati viral di media sosial karena arah gedung menghadap ke kebun tebu di sisi barat, bukan ke jalan desa di sisi timur. (via Kompas)

Terkendala Desain dan Luas Tampak Depan

Rahmat mengungkapkan, sebenarnya ada beberapa opsi arah bangunan yang sempat dipertimbangkan. Namun desain dari dinas mengharuskan tampak depan bangunan memiliki lebar sekitar 30 meter.

Sementara jika diarahkan ke sisi selatan, tampilan depan gedung dinilai tidak memenuhi ketentuan desain tersebut.

“Kalau dihadapkan ke selatan, tampak depannya hanya 20 meter. Sedangkan gambar dari dinas harus 30 meter, jadi mau tidak mau menghadap ke barat,” jelasnya.

Karena itu, setelah mempertimbangkan kondisi lahan dan adat masyarakat, bangunan akhirnya diputuskan menghadap ke arah kebun tebu di sisi barat.

Baca juga: Blusukan ke Kopdes Merah Putih, Prabowo Bangga Gas LPG 3 Kg Dijual Murah Cuma Rp 16 Ribu

Kades Sayangkan Konten Viral Tanpa Konfirmasi

Rahmat juga menyayangkan video yang viral di media sosial karena dinilai langsung menghakimi tanpa mencari penjelasan lebih dulu dari pemerintah desa maupun warga setempat.

Menurutnya, banyak warga merasa tersinggung karena keputusan tersebut sebenarnya memiliki latar belakang budaya dan hasil kesepakatan bersama.

“Harusnya ditanyakan dulu kenapa bangunan menghadap ke barat. Jangan langsung divonis. Warga sini sampai marah karena dianggap aneh,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil musyawarah warga terkait arah bangunan bahkan sudah dilampirkan dan disampaikan kepada dinas terkait sebagai bagian dari proses pembangunan.

Pembangunan Tetap Berjalan

Meski menjadi bahan perbincangan di media sosial, pembangunan gedung KDMP Desa Jontro disebut tetap berjalan normal.

Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 85 persen dan memasuki tahap finishing.

“Masih dalam pengerjaan, progresnya sekitar 85 persen,” kata Rahmat.

Pemerintah desa berharap koperasi tersebut nantinya benar-benar menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat desa.

“Harapannya untuk membangun perekonomian masyarakat desa sesuai potensi yang ada,” jelasnya.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.