Presiden RI Prabowo Subianto menyentil koruptor di tanah air dalam pidato terbarunya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo melontarkan peringatan keras kepada para pejabat yang masih mencoba melakukan korupsi.
Dalam pidato tersebut, orang nomor satu di tanah air ini mengaku sedih lantaran masih ada koruptor di jaman modern ini.
Prabowo menegaskan pemerintah kini memiliki teknologi untuk melacak aset maupun kekayaan pejabat koruptor yang tersembunyi.
Ungkapan ini disampaikan Prabowo pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (20/5/2026).
Prabowo menegaskan akan menggunakan teknologi terbaru untuk mencari kekayaan yang disembunyikan para koruptor di mana pun, termasuk yang tersimpan di bawah tanah.
Prabowo juga mengaku prihatin karena masih ada pejabat yang nekat korupsi di tengah kemajuan teknologi pengawasan yang semakin canggih.
“Saudara-saudara, saya sedih kalau sekarang pejabat masih coba korupsi. Cepat ketahuan,” ujar Prabowo.
Prabowo beranggapan teknologi pertahanan modern dapat dimanfaatkan untuk menemukan lokasi penyimpanan harta yang sengaja disembunyikan.
“Sekarang ada teknologi. Ada radar bisa kita pakai, kita bisa lihat bawah tanah. Jadi yang punya bungker-bungker disembunyikan, nanti kita ketemu juga kekayaanmu loh,” katanya. “Saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih! Teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah. Radar sekarang bisa mencari ranjau. Kita akan pakai untuk mencari bungker-bungker di sekitar kamu,” ucap Prabowo.
Presiden juga menyinggung kepemilikan lahan luas yang selama ini diduga sulit diawasi.
Ia menyebut pemerintah kini dapat memanfaatkan teknologi satelit untuk pemantauan detail.
“Sekarang ada satelit. Enggak usah kita cek fisik, kita bisa foto. Tiap pohon kita bisa foto! Pohon per pohon kita bisa foto,” ujarnya.
Presiden menegaskan bahwa segala bentuk manipulasi maupun upaya menyembunyikan kekayaan pada akhirnya akan terungkap melalui perkembangan teknologi.
“Jadi kau mau nipu bagaimanapun, kita akan ketemu penipuan kau,” tegasnya. Prabowo juga menyinggung adanya pihak-pihak yang kerap menjadi pelindung praktik-praktik tertentu.
“Tapi biasanya mereka-mereka itu ada backing-nya. Backing-nya biasanya seragamnya itu kalau enggak hijau, ya cokelat,” ucapnya.