- Total 8.783 pemukim telah dirawat di rumah sakit di seluruh wilayah pendudukan Israel sejak (28/2/2026).
Dari jumlah itu, total 882 warga Israel di front utara menjadi korban terbanyak terkait pembalasan Hizbullah.
Mengutip Al Mayadeen pada (20/5), hal ini menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Israel pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat.
Rinciannya, data menunjukkan bahwa 882 dari cedera tersebut tercatat khusus dari front utara setelah gencatan (8/4).
Sementara 464 cedera tercatat setelah gencatan senjata dengan Lebanon pada (17/4).
Front utara menyumbang sebagian besar korban jiwa.
Di mana, total 2.953 kasus cedera telah tercatat di rumah sakit di wilayah Palestina utara yang diduduki.
Juga mencatat bahwa 1.043 dari total kasus tersebut secara resmi diakui sebagai cedera personel militer dalam periode yang sama.
Terkini, insiden masih terjadi dalam periode 24 jam terakhir.
Di mana, pihak berwenang Israel mencatat 12 korban luka tambahan, termasuk beberapa tentara yang terluka.
Militer Israel melaporkan sejumlah korban di pihak mereka, termasuk seorang perwira yang tewas.
Bahkan, beberapa tentara terluka akibat baku tembak di dekat perbatasan Lebanon.
Selain itu, serangan drone di wilayah Manara melukai dua orang, sementara media setempat juga melaporkan seorang bintara tewas akibat bunuh diri di sebuah pangkalan di Tel Aviv.