TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Air Zam-zam yang dibeli oleh jemaah haji asal Kulon Progo telah tiba dari Arab Saudi pekan ini menggunakan jasa pengiriman barang. Oleh-oleh khas jemaah haji asal Arab Saudi itu pun bisa diambil oleh keluarga jemaah di Kantor Kementerian Haji (Kankemenhaj) Kulon Progo.
Salah satu yang mengambil jatah Air Zam-zam tersebut adalah Nur Ainy. Ia mengambil jatah dari orang tuanya, yang kini sedang menjalani Ibadah Haji di Tanah Suci Makkah.
"Saya dapat jatah sebanyak 2 galon, masing-masing seukuran 5 liter," kata Nur pada Rabu (20/05/2026).
Pembelian galon Air Zam-zam tersebut difasilitasi oleh Kankemenhaj Kulon Progo sehingga jemaah bisa mendapat oleh-oleh tersebut secara gratis. Jika ingin menambah, jemaah atau keluarga bisa mengusulkan.
Namun tambahan galon Air Zam-zam dikenakan biaya yang harus dibayarkan pihak jemaah dan keluarga. Nur berencana menambah 1 galon lagi dan harus membayar sebesar Rp 430 ribu.
"Memang mahal, tapi tidak apa-apa sebab mau bagaimana lagi," ujarnya.
Kepala Seksi Pembinaan Layanan Haji dan Umrah, Kankemenhaj Kulon Progo, Kholistin Arifiyani menjelaskan bahwa harga Air Zam-zam mengalami kenaikan. Kenaikan ini juga terjadi pada barang-barang lain yang diimpor dari sana.
Menurutnya, kenaikan harga disebabkan oleh nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) ke Rupiah yang semakin tinggi. Alhasil, kenaikan itu berpengaruh pada harga barang impor, termasuk Air Zam-zam.
"Kenaikannya sekitar 30 persen, dari pemasok juga naik sehingga kami pun ikut menaikkan harga," jelas Kholistin.
Jika sebelumnya 1 galon ukuran 5 liter Air Zam-zam di kisaran Rp 300 ribu, maka saat ini harganya mencapai Rp 430 ribu. Pemerintah pun harus menambah biaya untuk jatah Air Zam-zam tiap jemaah yang diberikan secara gratis.
Namun bagi yang ingin menambah, Kholistin mengatakan mereka harus membayar sendiri di harga Rp 430 ribu per galon ukuran 5 liter. Total ada sebanyak 387 galon Air Zam-zam yang diberikan, sesuai dengan jumlah jemaah yang berangkat Haji tahun ini.
"Jadi 387 galon itu milik jemaah haji dari Kloter 1, 7, dan 26," katanya.(alx)